PROYEK pembangunan gudang penyimpanan pangan milik Perum Bulog di Kota Bontang memasuki tahap krusial. Setelah sempat tertunda, proses legalitas lahan kini hampir tuntas dan membuka jalan dimulainya pembangunan fasilitas strategis tersebut.
Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Bontang memastikan sertifikat tanah ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Penyelesaian dokumen ini menjadi kunci utama yang selama ini menghambat realisasi proyek.
“Penyerahan sertifikat ditargetkan minggu ketiga atau paling lambat akhir bulan ini,” kata Kepala Kantor ATR/BPN Bontang, Hamim Muddayana, Senin (13/4/2026).
Menurut Hamim, percepatan dilakukan karena proyek gudang Bulog menyangkut kepentingan publik, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah. Proses yang sebelumnya berjalan lambat kini dipercepat melalui koordinasi lintas instansi.
“Awalnya terkendala jarak dan kelengkapan berkas. Namun setelah ada dukungan pemerintah kota, seluruh proses bisa dipercepat,” ujarnya.
Percepatan administrasi turut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang serta perwakilan Bulog di daerah. Sejak rapat koordinasi pada Februari 2026, seluruh pihak bergerak melengkapi dokumen hingga kini memasuki tahap akhir.
Sebelumnya, pembangunan gudang Bulog ditargetkan dimulai pada Februari 2026. Namun rencana tersebut tertunda karena status legalitas lahan belum tuntas, meski lahan seluas tiga hektare di kawasan Bontang Lestari telah dihibahkan oleh Pemerintah Kota kepada Perum Bulog.
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, menyatakan kepastian hukum atas lahan menjadi syarat utama sebelum pembangunan dimulai.
“Tanpa sertifikat, pembangunan tidak bisa dilakukan meskipun proses hibah sudah selesai,” ujarnya.
Proyek ini diperkirakan menelan investasi sekira Rp24 miliar dan akan dikerjakan secara bertahap. Tahap awal mencakup pembangunan satu unit gudang utama, yang kemudian dilengkapi fasilitas pendukung seperti rumah jaga.
Pemkot Bontang juga telah menyiapkan akses jalan menuju lokasi sebagai bentuk dukungan awal agar proyek dapat segera berjalan setelah sertifikat diterbitkan.
Kehadiran gudang Bulog dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pangan Bontang. Fasilitas ini diharapkan mampu menjaga stabilitas distribusi dan cadangan pangan, terutama saat terjadi gejolak harga atau gangguan pasokan. [FR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















