Pranala.co, BONTANG – Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga terus digencarkan Pemerintah Kota Bontang. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3), lahirlah program inovatif bertajuk Gerakan Menanam Cabai Rawit di Pekarangan Rumah Tangga (GEMBIRA PAK RT).
Program ini mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai rawit dan berbagai tanaman pangan. Tidak sekadar gerakan bercocok tanam, inisiatif tersebut juga dirancang sebagai strategi pemerintah dalam mengendalikan inflasi sekaligus menekan angka stunting di Kota Bontang.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani, menjelaskan program ini berbasis komunitas dan digerakkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di setiap kelurahan.
“Gerakan ini mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menghasilkan pangan sendiri. Dengan begitu, kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi sekaligus membantu menjaga stabilitas harga pangan,” ujar Debora, Jumat (6/3/2026).
Melalui program GEMBIRA PAK RT, pekarangan rumah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini didorong menjadi ruang produksi pangan keluarga.
Masyarakat tidak hanya diajak menanam cabai rawit, tetapi juga berbagai jenis sayuran. Selain itu, program ini juga mengembangkan budidaya ayam petelur serta ikan air tawar seperti lele dan nila.
Langkah sederhana tersebut dinilai memiliki dampak yang luas. Produksi cabai dari pekarangan rumah diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada pasokan pasar yang sering mengalami fluktuasi harga.
Cabai sendiri merupakan salah satu komoditas yang kerap memicu inflasi ketika harga melonjak. Karena itu, peningkatan produksi dari tingkat rumah tangga diyakini dapat membantu menjaga stabilitas harga di pasar.
Program ini juga memiliki tujuan penting di bidang kesehatan masyarakat. Dengan tersedianya sumber pangan bergizi di sekitar rumah, keluarga diharapkan lebih mudah menyediakan makanan sehat bagi anak-anak.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting melalui pemenuhan gizi yang lebih baik di tingkat keluarga.
Selain aspek pangan dan kesehatan, GEMBIRA PAK RT juga dirancang untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Anggota Kelompok Wanita Tani mendapatkan pelatihan serta pendampingan terkait teknik budidaya tanaman, beternak ayam petelur, hingga pemeliharaan ikan air tawar.
“Selain memperkuat ketahanan pangan, program ini juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi keluarga,” kata Debora.
Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pihak. DKP3 berperan sebagai pengampu kebijakan sekaligus memberikan penyuluhan, bimbingan teknis, serta pelatihan kepada kelompok masyarakat.
Sementara itu, dukungan dari dunia usaha hadir melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang kini dikenal sebagai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Bantuan tersebut berupa penyediaan sarana dan prasarana pertanian seperti bibit, pupuk, hingga perlengkapan budidaya.
Kelompok Wanita Tani menjadi ujung tombak pelaksanaan program dengan menyediakan lahan pekarangan, mengelola sarana yang diberikan, serta memanfaatkan hasil produksi.
Sejumlah perusahaan di Kota Bontang juga telah menyatakan komitmennya untuk mendukung gerakan ini. Salah satunya PT Badak NGL, yang siap memfasilitasi kegiatan di beberapa kelurahan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dukungan tersebut sejalan dengan tema pengembangan pertanian terpadu yang diusung perusahaan dalam program pemberdayaan masyarakat.
Melalui GEMBIRA PAK RT, Pemerintah Kota Bontang berharap gerakan menanam dari pekarangan rumah dapat menjadi langkah nyata menuju kemandirian pangan keluarga. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















