ANGKA inflasi Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) masih berada di atas target nasional. Tidak jauh, tapi cukup menjadi alarm. Di tengah tekanan harga kebutuhan pokok, pemerintah kota memilih fokus pada dua hal mendasar: pasokan dan distribusi.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan komitmen pengendalian inflasi saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Senin, 13 April 2026.
“Pengendalian inflasi harus difokuskan pada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi,” kata Saefuddin.
Data terbaru menunjukkan inflasi Samarinda berada di angka 3,92 persen. Angka ini memang lebih rendah dibanding bulan sebelumnya, namun masih melampaui target nasional yang berada di kisaran 3,5 persen.
Secara nasional, Badan Pusat Statistik mencatat inflasi bulanan sebesar 0,41 persen dan tahunan 3,48 persen.
Di lapangan, tekanan harga mulai terlihat. Sejumlah komoditas berpotensi naik, mulai dari bawang merah, cabai rawit, hingga daging ayam dan beras.
Meski relatif stabil, beberapa harga kebutuhan pokok masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kota Samarinda:
- Beras: Rp17.500/kg
- Gula: Rp19.600/kg
- Bawang merah: Rp49.000/kg
- Bawang putih: Rp37.700/kg
- Minyakita: Rp18.400/liter
- Daging sapi: Rp165.000/kg
- Daging ayam: Rp35.500/kg
- Telur ayam: Rp33.700/kg
- Cabai rawit: Rp86.000/kg
Harga-harga tersebut menunjukkan tekanan masih ada, terutama pada komoditas hortikultura yang sensitif terhadap distribusi. Salah satu faktor yang disorot pemerintah adalah hambatan distribusi. Kemacetan di sejumlah ruas jalan disebut ikut memengaruhi pergerakan logistik.
Saefuddin menyinggung kondisi lalu lintas di jalur Gunung Manggah, Sambutan hingga Palaran, yang kerap padat pada jam sibuk. Dengan kata lain, persoalan inflasi tidak hanya soal stok, tetapi juga soal bagaimana barang bergerak dari produsen ke pasar.
“Distribusi jadi tidak lancar. Ini tentu berdampak pada harga,” ujarnya.
Di sisi pasokan, kabar relatif positif datang dari sektor energi dan logistik pangan. Pertamina memastikan tidak ada perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi. Stok LPG subsidi juga dilaporkan aman.
Sementara itu, Perum Bulog Samarinda mencatat ketersediaan: Beras medium: 8.868 ton; Beras premium: 256 ton; Minyakita: 205.556 liter Penyerapan gabah dari wilayah sekitar, termasuk Marangkayu, juga terus dilakukan untuk menjaga cadangan.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Samarinda, Nadya Turisna, menyebut kerja sama antar daerah menjadi kunci. Pasalnya, Samarinda bukan daerah penghasil utama sejumlah komoditas pangan.
Selain itu, pemerintah kota juga mendorong pemanfaatan teknologi digital, termasuk aplikasi pemantauan harga untuk memberikan informasi cepat kepada masyarakat. [RIL/DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















