
BERAU, Pranala.co — Peredaran minuman keras (miras) ilegal di Kabupaten Berau menjadi sorotan serius. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menilai fenomena ini berpotensi mengancam ketertiban umum sekaligus masa depan generasi muda, khususnya kalangan remaja.
Wakil Ketua DPRD Berau, Sumadi, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran miras ilegal di berbagai wilayah.
“Miras ilegal menjadi salah satu faktor yang dapat memicu kenakalan remaja dan berbagai perilaku berisiko. Ini harus kita cegah bersama,” ujarnya.
Menurut Sumadi, keberadaan miras tanpa izin tidak hanya berdampak pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis dan perkembangan generasi muda.
“Remaja merupakan kelompok yang paling rentan. Ketika sudah terpapar, dampaknya bisa berkepanjangan dan sulit dikendalikan,” jelasnya.
Ia menilai, penanganan persoalan ini tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas sektor yang melibatkan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat.
Pengawasan, lanjutnya, harus difokuskan pada titik-titik rawan seperti kawasan hiburan dan pusat keramaian. Hal ini penting untuk mencegah peredaran miras ilegal yang menyasar anak di bawah umur.
“Pengawasan harus diperketat agar tidak ada celah bagi peredaran miras ilegal, terutama yang menyasar remaja,” tegasnya.
Selain penindakan, Sumadi juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat. Ia menyebut peran keluarga sangat krusial dalam mencegah anak-anak terjerumus dalam perilaku berisiko.
“Orang tua harus lebih peduli dan aktif mengawasi pergaulan anak,” tambahnya.
DPRD Berau berharap langkah tegas dari pemerintah, disertai kolaborasi seluruh elemen masyarakat, dapat menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.
“Dengan kerja sama semua pihak, kita harapkan ruang sosial yang sehat bagi remaja dapat terwujud,” ujar Wakil Ketua DPRD Berau, Sumadi. (ADS/DPRD BERAU)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















