SUASANA gelap di sekitar lapangan bola Kelurahan Tanjung Laut, Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) kini memicu kekhawatiran baru. Lokasi yang minim penerangan ini mendadak berubah menjadi tempat favorit bagi para remaja usia SMP untuk berkumpul hingga larut malam.
Fakta tersebut terungkap saat pihak kelurahan menggelar patroli rutin keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Sabtu (6/6/2026) malam. Petugas gabungan yang menyisir wilayah RT 15, 17, 27, dan 30 mendapati sekelompok anak di bawah umur masih asyik nongkrong saat jam tidur tiba.
Lurah Tanjung Laut, Adriani Kasim, membenarkan temuan miris tersebut. Menurutnya, mayoritas remaja yang terjaring patroli akhir pekan itu masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
“Masih ada anak-anak yang berkumpul sampai malam. Rata-rata usianya sekitar tingkat SMP,” ujar Adriani dengan nada prihatin, Minggu (7/6/2026).
Lurah Adriani tidak menampik bahwa kondisi lapangan bola kelurahan yang minim cahaya menjadi magnet tersendiri bagi anak-anak muda ini. Kondisi yang remang-remang membuat mereka merasa luput dari pantauan orang dewasa.
Merespons masalah ini, pihak kelurahan bergerak cepat. Langkah preventif langsung disiapkan agar area tersebut tidak disalahgunakan untuk tindakan yang mengarah pada kriminalitas atau kenakalan remaja.
“Kami akan upayakan penambahan lampu agar area tersebut lebih terang. Jadi, tidak lagi digunakan untuk aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban,” tegas Adriani.
Saat patroli berlangsung, petugas tidak langsung memberikan sanksi keras. Pendekatan humanis tetap diutamakan. Para remaja tersebut diberikan arahan secara persuasif, diajak dialog, lalu diminta segera pulang ke rumah masing-masing demi keselamatan mereka.
Aksi turun ke jalan ini bukan sekadar gertakan sesaat. Patroli kamtibmas sudah menjadi agenda wajib di Tanjung Laut yang digelar minimal satu kali dalam sepekan, atau bahkan lebih jika situasi memanas.
Kekuatan penuh pun dikerahkan dalam operasi malam itu. Mulai dari Kasi Trantibum Aries Kardiaman, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas, hingga Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) bahu-membahu menyisir sudut-sudut sepi kelurahan.
Bagi Adriani, malam pekan itu bukan cuma soal membubarkan kerumunan remaja. Ini adalah momentum untuk mendengar langsung keluh kesah warga di garda terdepan.
“Patroli ini tidak hanya untuk pengawasan, tetapi juga menjadi sarana menyapa warga secara langsung serta memastikan lingkungan tetap aman dan kondusif,” imbuhnya.
Di akhir perbincangan, Adriani mengetuk hati para orang tua dan warga sekitar untuk tidak abai. Pengawasan terhadap anak-anak di luar jam sekolah harus diperketat sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga mulai dari RT kita sendiri,” ajak Lurah Andriani Kasim. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















