Gandeng 11 Perusahaan, Disnaker Bontang Luncurkan “Handak Bagawi”

Wakil Wali Kota Bontang, Najirah didampingi Kepala Disnaker Bontang, Ahmad Aznem memukul gong sebagai tanda resminya peluncuran Handak Begawi di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Rabu (15/9). -Foto: Lutfi

pranala.co – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang, Kalimantan Timur meluncurkan program Handak Bagawi. Program ini diresmikan langsung Wakil Wali Kota Bontang, Najirah di Pendopo rumah jabatan Wali Kota, Rabu (15/9).

Program ini bertujuan  meningkatkan kemampuan serta kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kerja Kota Taman. Ini juga sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Bontang Nomor 10 tahun 2018 tentang rekrutmen dan penempatan tenaga kerja. Yaitu, setiap badan usaha atau perusahaan yang bekerja di Bontang, harus memberdayakan  75 persen orang lokal, dan 25 persen dari tenaga kerja luar. 

Dengan Tema pelatihan berbasis kolaborasi perusahaan, Balai Pelatihan Kerja Pemerintah dan LPK swasta tergabung 11 Perusahaan di dalamnya yaitu Kaltim Metanol Industri (KMI), KNE, YUM, KPI, IMM, Pupuk Kaltim, Badak LNG, PT Kaltim Nitrate Industri, KIE, KDM dan Kaltim Jasa Security. Program ini pun tanpa memakai dana APBD.

Dalam sambutannya, Kepala Disnaker Bontang, Ahmad Aznem mengatakan peluncuran program tersebut tak lain untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran masyarakat Bontang. Pun, membentuk masyarakat agar memiliki daya terampil tinggi dan mampu bersaing secara Nasional. 

“Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat Bontang” ucapnya. 

Wakil Wali Kota Bontang, Najirah menandatangani berita acara peluncuran Handak Begawi di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Rabu (15/9). – Foto: Lutfi

Diambil dari bahasa banjar, Handak Bagawi memiliki arti mau bekerja. Di harapkan brand yang disusun oleh Disnaker ini mampu bersaing secara Nasional dan menarik peminat masyarakat Bontang dalam mencari kerja. 

“Bagian dari Inovasi. Jadi kalau orang mendengar namanya sudah pasti kenal. Oh ini ada di Bontang,” imbuhnya. 

Bukan hanya mencetak tenaga kerja ahli saja, namun program ini diharapkan dapat mencetak wirausaha mandiri dan wirausaha baru agar tercipta lapangan kerja baru. 

Sekadar diketahui, dalam program Handak Begawi ini, terlibat 10 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang memiliki 12 jenis program pelatihan. 7 diantaranya di fasilitasi oleh Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Bontang dan 5 lainnya di fasilitasi oleh PT. Pupuk Kaltim. “Nah, dari lima itu menggandeng beberapa LPK lainnya,” tutur Aznem. [ADS|L6]

More Stories
Hendak Diantar ke Bontang dan Samarinda, Narkoba Senila Rp 4 Miliar Gagal Edar