SETELAH bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan akses energi, enam desa di Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim), kini tinggal selangkah lagi menikmati layanan listrik secara penuh.
Kabar tersebut disampaikan Ana Yuliana yang mewakili Camat Sangkulirang Cipto Buntoro saat menghadiri pesta panen bersama Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, Jumat (12/6/2026).
Di hadapan warga, Ana mengungkapkan pembangunan fisik jaringan listrik untuk enam desa telah selesai dilaksanakan.
Program itu merupakan hasil dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang selama ini terus mendorong pemerataan akses energi hingga ke wilayah pedalaman dan pesisir.
Enam desa yang akan segera menikmati layanan listrik tersebut meliputi Desa Pelawan, Tepian Terap, Mandu Dalam, Mandu Pantai Sejahtera, Saka, dan Peridan.
“Saat ini tinggal menunggu proses pengoperasian serta penyalaan jaringan. Kami berharap dalam waktu dekat, insyaallah dalam beberapa bulan ke depan, masyarakat sudah dapat menikmati layanan listrik secara penuh,” ujar Ana.
Bagi masyarakat desa, listrik bukan sekadar penerangan saat malam hari. Kehadirannya diyakini akan membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari.
Aktivitas belajar anak-anak menjadi lebih nyaman. Pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal. Peluang usaha baru juga terbuka lebih luas karena dukungan infrastruktur yang semakin memadai.
Momentum penyampaian kabar tersebut terasa semakin istimewa karena disampaikan saat masyarakat merayakan pesta panen yang telah berlangsung selama dua dekade.
Menurut Ana, tradisi tahunan itu bukan hanya bentuk syukur atas hasil pertanian, tetapi juga cerminan kuatnya kebersamaan masyarakat dalam menjaga budaya dan mendukung pembangunan desa.
Komitmen pemerataan listrik di Sangkulirang belum berhenti pada enam desa tersebut.
Untuk Tahun Anggaran 2026, pemerintah kecamatan kembali mengusulkan pembangunan jaringan listrik ke wilayah yang hingga kini belum terjangkau.
Usulan itu telah memperoleh persetujuan untuk tiga desa, yakni Desa Perupuk, Tanjung Manis, dan Kerayaan Bilas.
Tak hanya itu, kecamatan juga memperjuangkan perluasan layanan bagi sejumlah kawasan yang masih mengalami keterbatasan akses listrik.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah RT 4 Malawai di Desa Tepian Terap. Wilayah tersebut sebelumnya sempat disuarakan oleh Ketua Kelompok Tani sekaligus tokoh adat setempat, Barnabas.
“Kami juga mengusulkan perluasan layanan listrik untuk wilayah yang belum terlayani secara optimal, khususnya di RT 4 Malawai, Desa Tepian Terap ini. Mudah-mudahan mimpi-mimpi yang disampaikan Pak Barnabas tadi bisa terwujud. Kita sama-sama berdoa,” kata Ana menukil Prokutim.
Selain RT 4 Malawai, usulan perluasan juga mencakup delapan rumah warga di Dusun Soren, Desa Mandu Dalam, yang hingga kini belum mendapatkan aliran listrik.
Menutup laporannya, Ana menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kutim, Pemprov Kaltim, Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jaringan listrik desa.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari jumlah proyek yang selesai dikerjakan, tetapi juga sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat hingga wilayah paling terpencil. [RIL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















