Empat Daerah di Kaltim Berlakukan PPKM, Berau Menyusul

Gubernur Kaltim, Isran Noor.

ANGKA positif virus corona atau COVID-19 di Kaltim kian tak terkontrol. Saban hari selalu terjadi penambahan tak sedikit.  Bahkan dua pekan terakhir provinsi ini tiga kali cetak rekor. Berturut-turut 500 lebih orang terkonfirmasi positif hanya dalam sehari.

Itu sebab langkah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diambil. Sejumlah daerah di Benua Etam pun telah menunaikannya.

“Untuk PPKM, kepala daerah cukup melapor saja ke gubernur,” ujar Isran Noor, Gubernur Kaltim seperti dilansir dari laman resmi Pemprov Kaltim Selasa (19/1) siang.

Menurut Isran, kebijakan tersebut bisa diterapkan di daerah masing-masing mengingat10 kabupaten/kota di Kaltim saat ini masuk dalam zona merah penyebaran virurs corona. Itu berarti semua daerah di provinsi ini merawat lebih dari 51 kasus aktif positif COVID-19. Dan beleid tersebut merupakan kewenangan tiap masing-masing daerah.

“Cukup memberi laporan tak perlu persetujuan dari gubernur,” tegsasnya.

Data terbaru dari Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim, penyebaran virus ini memang belum berhenti. Per 19 Januari 2021 ada 463 orang terkonfirmasi positif. Penambahan itu membuat akumulasi positif Benua Etam menjadi 34.429 kasus, namun begitu 27.915 di antaranya telah sembuh dari corona. Dan menyisakan 5.624 pasien dalam perawatan.

Sayangnya, angka kematian ikut bertambah. Kini totalnya menjadi 890 kasus. Itu sebab kebijakan PPKM sangat dibutuhkan. Setidaknya dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, empat daerah sudah melaksanakan.

“Daerah yang sudah melaksanakan PPKM ada Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, termasuk Berau yang akan menyusul melaksanakan,” sebut mantan bupati Kutai Timur ini.

Masih menukil data yang sama, hingga kini Balikpapan masih menjadi episentrum penyebaran virus corona di Kaltim. Ada 1.573 pasien jalani perawatan di Kota Minyak, baik itu rumah sakit maupun isolasi mandiri.

Menyusul kemudian Kutai Kartanegara dengan 1.103 pasien, Samarinda 686, Bontang 645, Kutai Barat 609, Berau 382, Kutai Timur 275, Mahakam Ulu 124, Penajam Paser Utara 121 dan Paser 106.

Dari deretan angka positif aktif tersebut, paling menyita perhatian adalah Mahulu. Kabupaten termuda di Bumi Mulawarman ini sebelumnya selalu masuk zona hijau. Namun mendekati pergantian tahun hingga kini selalu hadir kasus baru. Kondisi ini juga bikin prihatin Gubernur Isran.

“Saya juga merasa heran, Kabupaten Mahakam Ulu oleh pemerintah setempat sudah memberlakuan yang sangat ketat, baik masyarakat yang ingin keluar maupun masuk ke Mahalu, tapi kenyataannya masih terjadi penularan COVID-19,” tandasnya.

Karenanya, orang nomor satu di Kaltim ini meminta agar warga taat dengan protokol kesehatan 3M. Dimulai dari mencuci tangan, memakai masker saat keluar rumah dan menghindari kerumunan. Isran juga mengingatkan agar tidak menganggap enteng dan mengabaikan prokes.

“Mengabaikan protokol kesehatan berarti membuka peluang untuk terjadinya penularan. Selalu waspada dengan konsisten melakukan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya.

 

 

 

[dn]

More Stories
22 Desa Wisata di Kaltim Diusulkan Masuk Program Kemenparekraf