Pranala.co, BONTANG – Aksi kompak para pengemudi ojek online (ojol) Maxim di Kota Bontang membuahkan hasil. Mereka berhasil membongkar kasus penipuan yang kerap merugikan driver.
Kejadian bermula Jumat (22/8/2025). Seorang driver bernama Rahman menerima pesanan dari akun berinisial FD. Ordernya sederhana, mengantar barang dari Tanjung Laut Indah menuju Rusunawa Guntung. Tarifnya hanya belasan ribu rupiah.
Namun, FD meminta Rahman menalangi pembayaran barang senilai Rp200 ribu. Saat barang diantar ke alamat tujuan, nomor penerima tidak aktif. Sementara pelaku juga raib dari lokasi penjemputan.
“Pas dibuka, ternyata isinya cuma baju bekas,” ungkap Rijal Adkha, rekan sesama driver yang ikut membantu mengungkap kasus ini.
Cerita Rahman menyebar cepat di grup komunitas driver Maxim. Mereka saling mengingatkan agar waspada. Dugaan benar, esok harinya FD kembali beraksi dengan pola yang sama: order dari Tanjung Laut ke Guntung, plus permintaan talangan uang.
Kali ini, driver lain bernama Khairullah alias Aco sengaja mengambil order tersebut. Ia memotret pelaku dan mengirimkannya ke grup. Hasilnya, wajah FD sama persis dengan sosok yang menipu Rahman sehari sebelumnya.
“Saya tidak tahan. Kebetulan ada teman yang tahu rumahnya. Dari situ kami sepakat mendatangi lokasi,” kata Aco.
Sabtu (23/8/2025), belasan driver ojol bergerak ke rumah FD di Gang Tower, RT 14, Kelurahan Tanjung Laut Indah. Situasi sempat tegang, namun ketua RT cepat turun tangan untuk menengahi.
Dalam mediasi, keluarga FD mengakui perbuatannya. Mereka pun bersedia mengganti kerugian para driver.
Rijal menyebut, FD bukan kali pertama berbuat curang. “Sudah banyak yang kena. Rutenya selalu sama. Baru kali ini bisa terungkap,” tegasnya.
Para driver akhirnya sepakat memilih jalan damai. Mereka hanya meminta ganti kerugian senilai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.
“Bagi kami, uang segitu tidak kecil. Untuk dapat itu, harus kerja keras seharian ambil orderan,” ujar Rijal. (FR)















