Doa Agar Anak Menjadi Penurut dan Hatinya Lembut Tidak Keras Kepala

  • Whatsapp
Ilustrasi.

SETIAP orang tua tentu selalu berharap yang terbaik untuk anaknya, seperti menjadi penurut dan berhati lembut. Nah, ada amalan doa agar anak menjadi penurut dan berhati lembut yang bisa dipanjatkan.

Dalam Quran surat Al Furqon, ayat 74, Allah SWT bersabda bahwa anak bisa menjadi penyejuk hati orang tua

Bacaan Lainnya

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

wallażīna yaqụlụna rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a’yuniw waj’alnā lil-muttaqīna imāmā

Artinya: Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Walaupun begitu, anak juga bisa menjadi cobaan bagi kedua orang tuanya. Hal itu tertulis dalam Quran surat At Tagabun ayat 15

اِنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ

innamā amwālukum wa aulādukum fitnah, wallāhu ‘indahū ajrun ‘aẓīm

Artinya: Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar.

Contoh cobaan dari anak bisa saja, anak sering keluyuran, tidak nurut, dan keras kepala bila diberitahu. Maka dari itu, orang tua bisa memanjatkan doa melembutkan hati anak yang keras kepala atau doa agar anak tidak keluyuran.

Hanya saja, sebenarnya anak-anak tersebut tidak bisa disebut nakal. Sebab, menurut Dr Ahmad Suryawan SpA(K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak RS Dr Soetomo Surabaya hal itu termasuk dalam perkembangan anak yang wajar.

Perkembangan anak pada dasarnya terjadi dalam tiga tahap, yakni usia nol hingga satu tahun, satu hingga tiga tahun, dan tiga hingga enam tahun. Dalam tahapan-tahapan tersebut sikap anak biasanya berubah dan orang tua harus menyikapi dengan cara yang berbeda.

“Banyak orang tua datang ke saya membawa anaknya dengan keluhan bahwa anaknya susah diatur, bandel, dan hiperaktif. Setelah saya periksa ternyata tidak ada masalah apa-apa dengan anaknya, nah kalau gini kan berarti yang bermasalah orangtuanya dong?” kata pria yang akrab disapa dr Wawan ini. **

Pos terkait