KASUS dugaan pencabulan terhadap enam anak di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), memunculkan fakta baru: terduga pelaku sebelumnya pernah dibina pihak kelurahan dan masyarakat, bahkan dibantu mendapatkan pekerjaan sebelum kembali diduga mengulangi perbuatannya.
Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan warga yang mencurigai adanya tindakan tidak wajar terhadap sejumlah anak di lingkungan tersebut.
Laporan itu segera ditindaklanjuti pihak kelurahan bersama Bhabinkamtibmas, hingga akhirnya terduga pelaku diamankan pada malam hari sekira pukul 22.00 Wita dan diserahkan ke Polres Bontang.
Lurah Guntung, Denny Febrian, menyebut pelaku bukan sosok asing di lingkungan warga. Ia mengakui, sebelumnya pelaku pernah tersangkut kasus serupa, namun sempat mendapatkan pembinaan sosial dari masyarakat dan pemerintah setempat.
Tidak hanya pembinaan, pelaku juga difasilitasi untuk mendapatkan pekerjaan agar dapat menjalani kehidupan secara layak. Upaya tersebut diharapkan menjadi jalan untuk mencegah pengulangan perilaku menyimpang.
“Memang sebelumnya pernah ada kasus. Kami bersama masyarakat sempat membina dan membantu yang bersangkutan, termasuk mencarikan pekerjaan, tapi dia malah mengulanginya lagi,” ujar Denny.
Fakta bahwa dugaan perbuatan kembali terjadi justru menjadi pukulan bagi lingkungan setempat. Pihak kelurahan memilih mengambil langkah tegas dengan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada aparat penegak hukum, sembari menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. Yang utama sekarang bagaimana melindungi korban, terutama dari dampak psikologis,” katanya.
Saat ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bontang masih melakukan pendalaman terhadap para korban. Proses ini mencakup pemeriksaan saksi serta pengumpulan bukti untuk memperjelas konstruksi perkara.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Reskrim Polres Bontang AKP Mohammad Yazid membenarkan bahwa terduga pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif.
“Sudah diamankan dan sedang kami lakukan pemeriksaan mendalam,” ujarnya singkat. [RED/FR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















