AMBRUKNYA tempat penampungan sampah (TPS) di Kampung Atas Air Malahing, Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) direspons cepat aparat kelurahan, bahkan mendapat perhatian khusus dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Tanpa menunggu instruksi, Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro, segera turun ke lokasi begitu menerima laporan. Bersama Ketua RT dan pengelola Bank Sampah Pesisir Unit Malahing, ia meninjau kondisi bangunan yang roboh sekaligus memetakan langkah penanganan awal.
Respons sigap tersebut dinilai sebagai contoh peran aktif aparat di tingkat bawah. Wali Kota Neni menegaskan, persoalan lingkungan seharusnya bisa ditangani lebih cepat jika lurah dan RT tidak bergantung sepenuhnya pada arahan pemerintah kota.
“Langkah seperti itu yang saya harapkan. Lurah Tanjung Laut Indah dan RT harus proaktif, jangan selalu bergantung pada pemerintah kota,” ujar Neni, Rabu (29/4/2026).
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan perusahaan di sekitar wilayah. Menurutnya, dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat mempercepat pemulihan fasilitas umum.
“Di sekitar sana ada perusahaan. Manfaatkan itu. Bisa minta bantuan bahan seperti kayu ulin, nanti pengerjaannya bisa dibantu perusahaan,” katanya.
Neni juga mengingatkan bahwa inisiatif harus datang dari tingkat bawah. Tanpa adanya pengajuan dari RT atau kelurahan, bantuan sulit direalisasikan. Ia bahkan menyampaikan peringatan tegas terkait tanggung jawab jabatan lurah dalam menyelesaikan persoalan wilayahnya.
Dari hasil peninjauan, TPS yang ambruk diketahui telah berdiri sejak sekira 2018 dan merupakan bantuan CSR perusahaan. Struktur dinding beton, usia bangunan yang telah mencapai 7–8 tahun, serta beban sampah yang terus meningkat diduga menjadi faktor utama robohnya fasilitas tersebut.
Sebagai langkah awal, pihak kelurahan meminta Ketua RT segera menyusun kebutuhan anggaran. Proposal tersebut akan diajukan ke perusahaan dengan pendampingan kelurahan agar proses perbaikan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Sementara itu, warga diminta mengelola sampah secara mandiri dari rumah. Edukasi pemilahan sampah kembali digencarkan, terutama untuk menekan pembuangan sampah plastik ke laut yang berpotensi merusak ekosistem pesisir dan berdampak pada kesehatan masyarakat. [FR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















