BUMN asal Tiongkok Tertarik Investasi di Proyek Kereta Api Kaltim

  • Whatsapp
Ilustrasi - Pembangunan rel kereta batu bara. (ANTARA)

PRANALA.CO, Samarinda – BUMN milik Tiongkok, China Railway Liuyuan Group (CRLG), tertarik untuk melakukan investasi dalam pembangunan jaur kereta api di Kalimantan Timur (Kaltim). CRLG telah menyampaikan presentasi kepada Gubernur Kaltim H Isran Noor, 13 Januari 2020 lalu.

CRLG tercatat sebagai salah satu perusahaan milik negara (BUMN) yang dimiliki pemerintah China. Kiprah dan reputasi perusahaan ini, khususnya di bidang infrastruktur besar seperti jalan, pelabuhan dan bandara terbilang cukup bagus.

Bacaan Lainnya

Pemprov Kaltim saat ini sedang menyusun kajian kerja sama luar negeri bidang infrastruktur perkeretaapian. Kajian ini akan menjadi pedoman Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) untuk memuluskan rencana investasi bidang perkeretaapian oleh CRLG di Kaltim. TKKSD sendiri menggelar rapat pada Selasa, 22 September 2020 di Ruang Rapat Tepian 2 Kantor Gubernur Kaltim untuk membahas tindak lanjut rencana investasi tersebut.

Menurut Kepala Biro Humas Setda Provinsi Kaltim, Syafranuddin, kajian kerja sama ini akan menjadi dasar persetujuan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri dalam bentuk surat konfirmasi.

“Setelah adanya kajian daerah, maka dua kementerian akan melakukan rapat lanjutan dengan sejumlah kementerian terkait, termasuk dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),” ujar Syafranuddin seperti dikutip dari laman Pemprov Kaltim.

“Surat konfirmasi pusat nantinya akan menjadi dasar pelaksanaan Letter of Intens atau LoI. Dengan LoI ini berikutnya kita akan ke DPRD Kaltim untuk mendapatkan persetujuan,” ujar Ivan, sapaan akrab Syafranuddin.

Berbekal dukungan DPRD, proses selanjutnya adalah penyusunan rancangan kerja sama, di antaranya terdiri dari studi kelayakan dan berbagai perizinan proyek. Setelah itu baru bisa dilanjutkan dengan MoU.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Setda Provinsi Kaltim, Lisa Hasliana menegaskan, secara prinsip Gubernur Isran Noor sangat terbuka dengan rencana investasi dari China tersebut, sepanjang mereka bersungguh-sungguh.

“Gubernur terbuka untuk investasi ini dan berkomitmen. Kita akan permudah perizinan mereka. Tetapi tetap sesuai aturan yang berlaku,” ujar Lisa Hasliana. (*)

Pos terkait