TARGET besar dipasang kontingen Bontang untuk Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur alias Porprov Kaltim 2026. Masuk lima besar tetap dipertahankan. Namun, pemerintah daerah masih berpacu dengan hitung-hitungan anggaran.
Pemkot Bontang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Ekonomi Kreatif (Dispora Ekraf) mengusulkan dana sekira Rp7 miliar dalam APBD Perubahan 2026. Anggaran itu disiapkan khusus untuk kebutuhan pelaksanaan Porprov Kaltim. Mulai dari transportasi kontingen, perlengkapan atlet, hingga konsumsi selama pertandingan.
Besarnya kebutuhan biaya membuat jumlah atlet dan ofisial yang diberangkatkan belum bisa dipastikan. Saat ini, estimasi kontingen masih bergerak di kisaran 300 hingga 500 orang.
“Kalau keuangan tidak memungkinkan, tentu kita harus selektif. Tapi prinsipnya tetap mendukung atlet yang berpotensi,” kata Kepala Dispora Ekraf Bontang, Eko Mashudi kepada Pranala.co, Senin (11/5/2026).
Pernyataan itu menggambarkan situasi yang kini dihadapi Bontang: menjaga target prestasi di tengah keterbatasan fiskal daerah. Sebab, semakin besar jumlah atlet yang lolos, semakin besar pula kebutuhan anggaran yang harus disiapkan pemerintah.
Dispora memilih belum menetapkan angka final pengajuan karena masih menunggu hasil seleksi atlet dari masing-masing cabang olahraga. Data tersebut dinilai penting agar penganggaran tidak bermasalah saat proses audit keuangan.
“Kita harus pastikan dulu datanya. Berapa atlet yang benar-benar berangkat, itu yang jadi dasar penganggaran,” ujar Eko.
Di sisi lain, persiapan atlet sebenarnya sudah berjalan cukup lama. Melalui dukungan hibah KONI, sejumlah cabang olahraga telah menjalani training center (TC) dan program latihan intensif sejak jauh hari.
Cabang seperti taekwondo, pencak silat, dan sepak bola bahkan disebut menjalankan pembinaan jangka panjang untuk menjaga peluang medali. Artinya, sebagian atlet kini tinggal menunggu kepastian keberangkatan menuju arena Porprov.
“Sekarang fokusnya bagaimana kesiapan saat bertanding dan dukungan pelaksanaannya,” kata Eko.

Porprov Kaltim 2026 rencananya digelar di beberapa daerah. Penajam Paser Utara akan menjadi pusat kegiatan, sementara sejumlah pertandingan lain tersebar di Samarinda dan Balikpapan.
Bagi Bontang, ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga. Posisi lima besar menjadi simbol konsistensi daerah industri itu dalam menjaga prestasi olahraga di tingkat provinsi. Namun target tersebut kini juga bergantung pada satu hal yang paling menentukan: kemampuan anggaran daerah mengawal perjuangan atlet hingga garis pertandingan. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















