Pranala.co, BONTANG – Bendungan Sungai Bontang di Kampung Masdarling, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim)dinyatakan rampung dan siap beroperasi. Infrastruktur ini segera terhubung dengan instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) Kanaan untuk memperkuat pasokan air bersih bagi warga.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memastikan proyek strategis tersebut telah selesai dibangun dan tinggal menunggu peresmian oleh Gubernur Kaltim.
“Terkait peresmian bendungan di Kanaan Bontang Barat itu nanti saat Gubernur berkunjung ke sini. Insyaallah dalam agenda Safari Ramadan,” ujar Neni di Pendopo Wali Kota, Minggu (1/3/2026).
Menurut Neni, bendungan yang dibangun di aliran Sungai Bontang itu memiliki debit air yang deras dan relatif stabil. Air baku dari bendungan akan dialirkan melalui jaringan pipa menuju WTP Kanaan untuk diolah sebelum didistribusikan ke rumah-rumah warga.
Ia juga menyebutkan bahwa WTP di kawasan Gereja Advent telah diserahkan kepada Perumda Air Minum (PDAM) untuk difungsikan.
“Sudah selesai dibangun. Pipanya juga sudah tersedia. WTP yang di Gereja Advent sudah saya minta diserahkan ke PDAM untuk dioperasikan. Teknologinya cukup canggih dan merupakan bantuan dari provinsi,” katanya.
Di WTP tersebut, air sungai yang semula keruh akan melalui proses penyaringan, pengendapan, hingga desinfeksi agar memenuhi standar kualitas air bersih. Proses ini penting untuk memastikan air permukaan aman digunakan masyarakat.
Neni menegaskan, keberadaan bendungan memiliki peran penting dalam sistem penyediaan air bersih Kota Bontang. Selama ini, kebutuhan air masih sangat bergantung pada air tanah.
Ketergantungan jangka panjang terhadap air tanah berisiko menurunkan muka tanah serta mengganggu keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu, pemanfaatan air permukaan melalui bendungan dinilai sebagai solusi yang lebih berkelanjutan.
“Dengan beroperasinya bendungan ini, suplai air baku diharapkan lebih stabil, terutama saat musim kemarau,” ujarnya.
Pembangunan bendungan merupakan proyek Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan total anggaran sekitar Rp23 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan secara bertahap sejak 2024 hingga 2025.
Pada tahap awal, proyek dikerjakan oleh PT Bumi Lasinrang. Namun, pengerjaan sempat mengalami keterlambatan dan kontraktor dikenai denda. Selanjutnya, pekerjaan dilanjutkan pada 2025 oleh CV Pasarakan hingga tuntas.
Selain bendungan, Pemerintah Kota Bontang juga merencanakan pembangunan polder di kawasan Danau Kanaan. Proyek tersebut akan dibiayai melalui dana bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Lahannya sudah bebas, tinggal proses tender. Itu menggunakan dana bantuan keuangan provinsi karena kemampuan anggaran daerah terbatas,” kata Neni.
Ke depan, bendungan dan WTP Kanaan diharapkan mampu memperkuat sistem distribusi Perumda Air Minum Bontang, meningkatkan cakupan layanan, sekaligus menjadi fondasi ketahanan air jangka panjang bagi masyarakat kota industri tersebut. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















