Pranala.co, BONTANG – Ramadan selalu punya cara menguji kepedulian. Bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang sejauh mana tangan mau terulur kepada sesama.
Semangat itu yang tampak di lingkungan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Bontang-Ekonomi Kreatif (Disporapar-Ekraf). Di tengah aktivitas perkantoran, para pegawai bersepakat menggelar buka puasa bersama sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga sekitar kantor mereka.
Kegiatan tersebut digelar Selasa (3/3/2026). Tidak ada seremoni berlebihan. Namun, ada pesan yang hendak ditegaskan: kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya saat menjalankan tugas formal, tetapi juga dalam momen berbagi.
Kepala Disporapar Ekraf Bontang, Eko Mashudi, mengatakan kegiatan ini lahir dari kesadaran bersama. Kantor mereka berada di lingkungan permukiman warga. Karena itu, hubungan sosial perlu dirawat.
“Ramadan adalah momentum berbagi. Kami berada di tengah masyarakat. Jangan hanya hadir ketika membutuhkan dukungan warga, tetapi juga saat berbagi,” ujarnya.
Yang menarik, seluruh pembiayaan kegiatan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dana yang terkumpul sepenuhnya berasal dari iuran sukarela pegawai.
Awalnya, Eko memperkirakan donasi yang terhimpun sekira Rp10 juta. Namun partisipasi pegawai melampaui perkiraan. Total dana yang terkumpul mencapai Rp20 juta.
“Ini benar-benar sumbangsih teman-teman semua. Di luar dugaan, terkumpul sampai Rp20 juta,” katanya.
Dari dana tersebut, panitia menyiapkan sekira 100 paket bantuan. Sebanyak 88 paket dibagikan kepada warga sekitar kantor. Sisanya diberikan kepada petugas keamanan, petugas kebersihan, serta keluarga mantan pegawai yang telah wafat.
Kehadiran istri almarhum pegawai dalam kegiatan itu menjadi momen yang mengharukan. Bagi Disporapar, kebersamaan tidak berhenti meski seseorang telah tiada.
“Walaupun sudah wafat, beliau tetap bagian dari keluarga besar kami. Itu bentuk penghormatan,” tutur Eko.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok. Selain itu, pegawai juga mengumpulkan pakaian layak pakai untuk didistribusikan pada agenda berikutnya.
Menurut Eko, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia ingin budaya gotong royong tumbuh dari lingkup kecil, termasuk di tempat kerja. Ketika solidaritas terbangun, dampaknya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Program berbagi ini juga sejalan dengan gerakan “tengok tetangga” yang mendorong kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
Disporapar Ekraf Bontang berencana melanjutkan kegiatan serupa dengan menyalurkan bantuan ke pondok pesantren dan panti asuhan. Sumber dananya tetap berasal dari partisipasi internal pegawai. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















