Beda Data Covid-19 Pemprov dan Pemkot Bontang, Diskes Kaltim Klaim Benar

Andi M Ishak, Plt Kepala Diskes Kaltim.

JURU Bicara COVID-19 Kalimantan Timur, Andi M Ishak angkat bicara soal perbedaan data pasien konfirmasi positif antara Pemprov dan Pemkot Bontang. Dia pun membenarkan jika adanya penambahan satu pasien positif di Bontang, BTG-13.

“Benar, data kami sudah benar. Mungkin saja Diskes Bontang akan umumkan hari ini,” jelas Andi M Ishak saat dikonfirmasi Pranala.co, Kamis (4/6).

Sedikit informasi, data rilis yang dikeluarkan Tim Gugus Covid-19 Kaltim per 3 Juni 2020 ada penamabahan satu pasien positif di Bontang. Selanjutnya disebut BTG-13 (Laki-laki 30 tahun) sebelumnya berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang ditetapkan DPJP dan Diskes Kota Bontang yang dirawat di RS Pupuk Kaltim Bontang. Namun, beda data yang dirilis Tim Gugus Covid-19 Bontang per 3 Juni 2020, tidak ada data penambahan pasien positif.

Menurut Andi, perbedaan itu kerap terjadi di beberapa kota/kabupaten di Kaltim. Ada beberapa hal penyebab adanya perbedaan data. Dia bilang perbedaan data dan informasi tersebut satu di antaranya karena karena pelaporan data terjadi pada waktu yang berbeda saat closing data. “Benar kadang sering ada beda data. Ini terjadi karena pelaporan data terjadi pada waktu yang berbeda closing data,” katanya.

Bisa saja, lanjut Andi, Diskes kabupaten/kota belum merilis di waktu sama dengan Pemprov karena ingin melengkapi data pasien terkonfirmasi positif. Misalnya, data riwayat perjalanan, hingga kronologis pasien bisa sampai dikonfirmasi positif. “Setahu saya, Diskes di kabupaten/kota merilis rinci riwayat pasien. Jadi bisa saja, Bontang begitu juga. Hendak melengkapi dulu, baru merilis,” tambah Andi lagi.

Hal lain yang menyebabkan perbedaan data, menurut Andi Muhammad Ishak adalah tidak semua hal yang dilaporkan ke Provinsi. Sehingga beberapa hal juga bisa terjadi perbedaan perbedaan. Namun, dia menjamin senantiasa tetap memperbaharui perkembangan kasus sesuai dengan data yang diberikan.

“Kami tetap jamin datanya terus diperbaharui. Sebagai wujud tanggung jawab kami untuk memberikan data sebenar-benarnya,” tegasnya.

Persoalan lainnya dalam perbedaan data tersebut, imbuh Andi adalah tidak semua Orang Dalam Pengawasan (ODP) maupun Orang Tanpa Gejala (OTG) dilakukan uji test swab dan tidak dilapor secara penuh. Tetapi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dilakukan uji swab semua sehingga bisa menyebabkan perbedaan data.

“Semuanya nanti sama setelah dikonfirmasi. Apa yang kami rilis di provinsi adalah semua data yang dirilis atau terkonfirmasi oleh pusat,” pungkas Andi Muhammad Ishak. (*)

More Stories
Enam Kabupaten/Kota di Kaltim Masuk Zona Kuning