Basarnas Balikpapan Terjunkan 27 Personel Operasi Gempa Mamuju-Majene

oleh -
Basarnas Balikpapan mengirim personel dan alut ke lokasi guna membantu proses evakuasi korban gempa Majene - Mamuju (IDN Times/Hilmansyah)

GEMPA bumi mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dan Mamuju, Sulawesi Tengah dengan magnitudo 6,2 pada Jumat (14/1) sekira pukul 01.28 Wita. Banyak bangunan rusak berat bahkan rata dengan tanah, korban jiwa dan luka berjatuhan di lokasi gempa.

Basarnas Balikpapan pun mengirim personel dan peralatan ke lokasi kejadian guna membantu proses evakuasi korban gempa tersebut.

“Hari ini kami laporkan tentang pelaksanaan operasi SAR saat ini, dimana dukungan pelaksanaan operasi gempa yang ada di Majene. Jadi sesuai dengan arahan pusat, kami kerahkan personel dan alut (alat utama) yang kami miliki,” ujar Kepala Pencarian dan Pertolongan Kelas I Basarnas Kota Balikpapan, Melkianus Kotta, Jumat (15/1).

Melkianus berkata, hari ini pihaknya mengirim sebanyak 27 personel lengkap dengan peralatan yang diperlukan untuk bertugas di lokasi gempa.

Sementara sebanyak 27 personel dikirimkan, antara lain 15 orang tim rescuer. Sedangkan 12 personel lainnya merupakan anak buah kapal (ABK) karena rombongan membawa kapal melalui jalur laut.

“Tenda platon juga sudah kami siapkan. Termasuk tenda yang akan didirikan di posko saat operasi berlangsung,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, mereka akan langsung melakukan koordinasi dengan pihak Basarnas Mamuju terkait kegiatan yang akan dilaksanakan. “Sesampainya di lokasi, tim akan melakukan koordinasi dengan Basarnas Mamuju dan akan melakukan kegiatan sesuai arahan,” tegasnya.

Alut (alat utama) yang dilibatkan dalam operasi dukungan ini, lanjut Melikanus, meliputi peralatan ekstrikasi maupun peralatan pendukung operasi lainnya.

“Serta untuk alut kapal BN Wisang Geni juga kami libatkan dalam pelaksanaan operasi SAR pagi hari ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, puluhan personel tersebut berangkat dari Balikpapan sekitar pukul 09.00 Wita dan tiba sekitar pukul 15.00 di Mamuju. Terkait durasi operasi tersebut, ia mengaku mengikuti sesuai dengan standar Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Sesuai dengan SOP, itu 7 hari. Selebihnya, kami nanti tunggu arahan pusat kembali,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat menyatakan turut berduka atas terjadinya gempa pada Kamis siang (14/1) dan gempa susulan di Sulawesi Barat (Sulbar) pada Jumat dini hari dan menyebabkan banyak bangunan rusak parah dan korban jiwa maupun luka.

“Kita juga sosialisasi dan koordinasi dengan warga Balikpapan khususnya yang tergabung dalam KKMSB untuk peduli, melakukan penggalangan dana atau bantuan apapun bentuknya,” ujarnya.

Menurut Rahmad, sebelum dilakukan penggalangan dana maupun bantuan akan diinventarisir kebutuhan mendesak warga di Sulbar.

“Dalam waktu dekat kita lagi koordinasi untuk minta informasi disana apa yang dibutuhkan disana, mungkin obat-obatan, pampers, kelengkapan anak bayi, tenda darurat,” jelasnya.

 

 

 

[dn]

No More Posts Available.

No more pages to load.