Menu

Mode Gelap
Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas

Bontang · 21 Mar 2021 22:17 WITA ·

Bangun Pabrik di Papua Barat, Pupuk Kaltim Investasi Rp35,9 Triliun


 Ilystrasi Kantor Pusat PT Pupuk Kaltim di Bontang. Perbesar

Ilystrasi Kantor Pusat PT Pupuk Kaltim di Bontang.

PRANALA.CO – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menanamkan investasi senilai 2 miliar dolar AS atau setara Rp35,9 triliun hingga lima tahun ke depan untuk membangun pabrik pupuk baru di kawasan industri petrokimia, Teluk Bintuni, Papua Barat, yang akan memproduksi pupuk urea, amonia, dan metanol.

“Saat ini masih tahap awal, kita terus diskusi intensif dengan produsen gas dan Kementerian ESDM. Beberapa hal pokok sudah disepakati tapi detailnya harus didalami,” kata Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi pada wawancara dengan media secara virtual, melansir Antara, Ahad (21/3/2021).

Rahmad menyampaikan, persiapan lahan akan dilakukan tahun 2022 untuk selanjutnya dilakukan rekonstruksi pabrik pada 2023. Jika sesuai rencana, maka pabrik tersebut bisa mulai beroperasi pada 2026.

https://www.instagram.com/p/CMrseRBBzYw/?igshid=1s5ygh84qavnm

Menurut Rahmad, Pupuk Kaltim akan memproduksi sendiri urea dan amonia di pabrik tersebut, sementara produksi metanol masih mempertimbangkan untuk kebutuhan mencari mitra.

“Bintuni sendiri kapasitas produksi metanol 1 juta ton, urea 1,1 juta ton,” tukas Rahmad.

Rahmad menyampaikan, sektor pertanian saat ini di Indonesia Timur masih belum berkembang, namun tetap memiliki potensi di beberapa daerah, misalnya food estate di Kalimantan, Merauke, hamparan pertanian yang cukup luas di Manokwari, dan lumbung pangan di Sulawesi.

Dengan adanya pasokan subsidi pupuk dari pemerintah, Rahmad berharap hal tersebut menjadi peluang untuk pengembangan sektor pertanian di Kalimantan Timur.

Sambil menunggu permintaan pupuk di Indonesia Timur tumbuh, maka pabrik Pupuk Kaltim di Bintuni akan memenuhi pasar ekspor ke beberapa negara.

Salah satu yang potensial adalah Australia, di mana saat ini negeri kanguru mengimpor 2 juta ton urea dari China, Amerika Serikat, dan Timur Tengah.

Hal itu akan menjadi peluang besar bagi Indonesia, jika pabrik Pupuk Kaltim di Bintuni telah beroperasi. “Nanti kalau kita punya pabrik di Bintuni, tentu Australia bisa kita kuasai,” pungkas Rahmad.

 

[antara]

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Selamat! Pelajar Bontang dan Samarinda Lolos Paskibraka Nasional 2022

26 Mei 2022 - 08:47 WITA

IMG 20220526 090451

Pentingnya Kartu Identitas Anak, Disdukcapil Bontang Ajak Orangtua Membuatnya

26 Mei 2022 - 08:26 WITA

IMG 20220526 083831

Sistem Borongan Tenaga Kerja Terjadi Lagi, AH: Pengawasan Disnaker Minim

25 Mei 2022 - 17:18 WITA

IMG 20220525 181641

KTP Hilang atau Rusak, Warga Bontang Bisa Langsung ke Disdukcapil

25 Mei 2022 - 15:01 WITA

png 20220524 233513 0000

Diminta Rekrutmen Ulang, Disnaker: PT Wika Wajib Minta Maaf ke Warga Bontang

25 Mei 2022 - 14:43 WITA

IMG 20220525 154228

Oknum PNS Bontang Asyik Pesta Sabu Siang Bolong

25 Mei 2022 - 12:32 WITA

IMG 20220525 122940
Trending di Bontang