Pranala.co, PANGKEP — Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mulai memfokuskan pembangunan infrastruktur jalan pada tahun anggaran 2026. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU), pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp23,7 miliar untuk peningkatan kualitas jalan kabupaten.
Anggaran tersebut diarahkan untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan yang selama ini mengalami kerusakan cukup parah dan dikeluhkan masyarakat. Dari total anggaran itu, sebesar Rp9,5 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang difokuskan pada penanganan jalan rusak di wilayah prioritas.
Namun, keterbatasan kemampuan fiskal daerah serta kebijakan efisiensi anggaran membuat pemerintah harus melakukan seleksi ketat terhadap usulan perbaikan jalan. Awalnya, terdapat 38 titik jalan rusak yang diusulkan untuk pengaspalan maupun pengecoran beton. Akan tetapi, pada tahun 2026 hanya 12 ruas jalan yang dapat direalisasikan pembangunannya.
Ruas jalan Senggerang–Kalajong di Kecamatan Balocci menjadi proyek dengan alokasi anggaran terbesar tahun ini. Jalan tersebut memperoleh dana DAK sebesar Rp6 miliar.
Kepala Dinas PU Pangkep, Andi Irwan, menjelaskan bahwa kondisi ruas tersebut tergolong rusak berat dan membutuhkan penanganan segera.
Kerusakan paling parah berada pada sambungan beton lama setelah gerbang batas wilayah Tompobulu. Kondisi jalan yang tidak rata dan mengalami keretakan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Dari 12 ruas yang diprioritaskan, anggaran terbesar memang berada di jalan Senggerang–Kalajong, Kecamatan Balocci, dengan penggunaan dana DAK sebesar Rp6 miliar,” ujar Andi Irwan.
Menurutnya, penentuan prioritas pembangunan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan jalan serta dampaknya terhadap mobilitas masyarakat.
Selain pembangunan fisik, Dinas PU Pangkep juga menyiapkan anggaran pemeliharaan jalan kabupaten sebesar Rp1,4 miliar. Saat ini, program tersebut masih berada pada tahap perencanaan dan belum memasuki pekerjaan lapangan.
Dana pemeliharaan nantinya digunakan untuk penanganan rutin, seperti perbaikan jalan berlubang dan kerusakan ringan di sejumlah titik yang belum masuk dalam program peningkatan jalan secara menyeluruh.
“Untuk pemeliharaan jalan kabupaten dianggarkan Rp1,4 miliar dan saat ini masih proses perencanaan, sehingga pekerjaan fisiknya belum dimulai,” jelasnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pemerintah daerah menegaskan bahwa aspek keselamatan masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan proyek pembangunan.
Dinas PU Pangkep berharap masyarakat dapat memahami kebijakan skala prioritas yang diambil pemerintah, sebagai upaya pemerataan pembangunan infrastruktur secara bertahap di seluruh wilayah kabupaten.
Perbaikan jalan, menurut Andi Irwan, akan terus dilakukan secara berkelanjutan sesuai kemampuan keuangan daerah pada tahun-tahun berikutnya. (IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















