Pranala.co, BONTANG – Ancaman banjir di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) belum bisa dihindari. Terutama di kawasan dengan kondisi topografi cekungan. Saat hujan deras turun dan sungai meluap, sejumlah titik kembali menjadi langganan banjir.
Kawasan Bontang Permai, Jalan Bandung, Jalan Labu Putih, hingga Belakang Dana Arta masuk dalam daftar rawan. Genangan cepat masuk ke rumah warga karena posisi tanah lebih rendah.
“Kalau sungai meluap, kawasan ini memang sulit terhindar. Air lebih mudah masuk karena kondisi cekungan,” jelas Kepala BPBD Bontang, Usman, didampingi Kabid Pencegahan dan Penanggulangan, Eko Mashudi, Rabu (17/9/2025).
Pemerintah daerah kini memperkuat turap atau tanggul penahan di sepanjang aliran sungai. Beberapa titik pekerjaan masih berlangsung. Jika rampung, tanggul itu diharapkan mampu menahan luapan air agar tidak masuk ke permukiman.
“Informasinya sudah sekitar 70 persen. Semoga saja cepat selesai,” tambah Usman.
Selain memperkuat infrastruktur, BPBD juga menekankan pentingnya peran warga. Masyarakat diingatkan tidak membuang sampah ke sungai. Tumpukan sampah berpotensi menyumbat aliran air, menyebabkan pendangkalan, dan memperparah banjir.
“Kerja sama warga sangat penting. Pemerintah menyiapkan sistem dan infrastruktur, tapi kesadaran masyarakat menjaga sungai tetap bersih juga jadi kunci,” tegas Usman.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Bontang sejak Senin (15/9/2025) malam membuat ribuan warga harus berjibaku dengan banjir.
Data BPBD mencatat, sedikitnya 1.296 kepala keluarga atau lebih dari 2.000 jiwa terdampak. Banyak di antaranya harus bertahan dalam kondisi serba terbatas.
Banjir tidak hanya menggenangi rumah warga. Sejumlah akses jalan utama juga lumpuh akibat tingginya genangan air. Jalan Imam Bonjol dan Jalan Ahmad Yani termasuk yang tak bisa dilewati kendaraan.
Meski upaya mitigasi terus dilakukan, Usman mengingatkan warga agar selalu waspada. Musim hujan masih berlangsung, dan ancaman banjir sewaktu-waktu bisa datang.
“Kesiapsiagaan bersama adalah kunci. Pemerintah, aparat, dan masyarakat harus bergerak bersama agar dampak banjir bisa diminimalisir,” ujarnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami








