Pranala.co, BONTANG – Malam belum larut. Tapi anak-anak itu masih di jalan. Menjajakan dagangan. Menawarkan jajanan. Bersaing dengan suara deru motor dan hiruk pikuk kota.
Pemandangan itu bukan hanya kisah perjuangan. Tapi juga alarm. Ada hak pendidikan yang bisa terabaikan.
Fenomena ini membuat Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, angkat bicara.
“Kalau dipikir, sebenarnya ini tidak wajar. Tapi persoalan ekonomi sering jadi penyebab,” ujar Heri, Selasa (30/9/2025).
Politisi Gerindra itu mengakui, tekanan hidup membuat sebagian keluarga melibatkan anak mencari nafkah. Meski pemerintah sudah meluncurkan banyak program untuk meringankan beban.
Ia menyebutkan sederet program yang berjalan. Dari sektor pendidikan: wajib belajar, pembagian seragam, uang saku tahunan, hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).
Untuk orang tua: program zero kemiskinan, bantuan modal UMKM lewat kerja sama bank daerah, serta dukungan bagi lansia dan janda miskin.
“Program yang disiapkan pemerintah sebenarnya sudah sangat lengkap,” katanya.
Namun, Heri menilai persoalan ada di pelaksanaan. Ia menyinggung soal program wajib belajar malam hari, pukul 19.00–21.00 Wita.
“Pemerintah harus tegas. Kalau ada anak yang kedapatan keluar di jam belajar, sebaiknya didekati dengan baik. Diberi pemahaman, lalu diantar pulang. Orang tuanya pun perlu diingatkan soal tanggung jawab mendidik anak,” tegasnya.
Heri juga menyoroti orang tua yang melibatkan anak berdagang malam hari. Menurutnya, itu tidak ideal.
Tapi faktanya tidak bisa dihapus begitu saja. “Kondisi ekonomi tiap keluarga berbeda. Kalau memang harus berjualan, alangkah baiknya pemerintah menyediakan tempat yang layak. Jadi anak bisa menemani orang tua sambil belajar di samping lapak,” sarannya.
Pesan Heri sederhana. Pendidikan harus tetap jadi prioritas. Anak-anak sebaiknya tumbuh dengan kesempatan belajar penuh. Orang tua wajib memastikan itu. Pemerintah harus mendukung.
Karena masa depan mereka bukan di jalanan. Tapi di ruang belajar yang memberi harapan. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami









