PEMERINTAH mulai membuka kembali sebagian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Timur (Kaltim) setelah perbaikan fasilitas sanitasi dilakukan. Dari 74 unit yang sempat dihentikan operasionalnya, 21 dapur kini diizinkan kembali beroperasi setelah memenuhi standar keamanan pangan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Kaltim, Binti Maulina Putri, mengatakan total 39 SPPG telah menyelesaikan perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan sarana pendukung lainnya.
“Dari jumlah itu, 21 unit sudah dinyatakan layak dan kembali melayani masyarakat,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.
Sementara itu, 27 unit lainnya masih dalam proses pembenahan dan pendampingan. Pemerintah memastikan seluruh dapur harus memenuhi standar sebelum kembali beroperasi.
Pengetatan dilakukan karena SPPG merupakan layanan jasa boga skala besar dengan risiko tinggi terhadap keamanan pangan. Setiap unit dituntut memproduksi hingga 3.000 porsi makanan per hari, terutama untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tenaga Sanitasi Lingkungan Dinas Kesehatan Kaltim, Charla Oktavia Senga, menegaskan bahwa standar operasional SPPG tidak bisa disamakan dengan usaha kuliner biasa. Seluruh proses perizinan diawasi ketat Dinas Kesehatan.
“Setiap aspek diperiksa, mulai dari kesehatan pekerja, kualitas air, sampel makanan, hingga sanitasi dapur dan peralatan,” kata Charla.
Selain itu, seluruh penjamah pangan—termasuk juru masak, pengemudi, dan petugas kebersihan—wajib mengikuti pelatihan dan sertifikasi sebelum dapur diizinkan beroperasi.
Program MBG di Kaltim sendiri telah berjalan sejak 20 Januari 2025 dengan total 196 SPPG yang dibentuk. Pemerintah menargetkan seluruh unit dapat beroperasi optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan pangan.
Langkah pengetatan ini diambil untuk mencegah risiko keracunan makanan di tengah skala produksi yang besar. Pemerintah menegaskan, operasional hanya diberikan kepada dapur yang benar-benar memenuhi standar higienitas dan keamanan. [RE/ANTARA]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami














