1.997 Sambungan PDAM Tak Digratiskan

Manajemen PDAM Bontang melaksanakan konferensi pers terkait teknis penggratisan sambungan air selama 3 bulan.

SUDAH sebulan, Madikah (43) tak bekerja. Bekerja serabutan merawat taman di kompleks perumahan perusahaan. Dia ‘terpaksa’ berhenti, karena ada peraturan tempatnya bekerja untuk beristirahat di rumah saat pandemi Corona.

Tiap sepekan perempuan janda tiga anak ini menerima upah sebesar Rp 210 ribu. Waktu bekerjanya dimulai pukul 06.30 Wita sampai 13.00 Wita. Tidak setiap pekan dia mendapatkan upah. Madikah bekerja jika rumput mulai tumbuh berkeliaran. Hitungannya, Madikah bekerja tergantung panggilan.

Selama pandemi Corona, perempuan ber-KTP Bontang ini berjualan apa saja. Mulai nangka muda sampai bantu tetangganya menjajakan duku. Lumayan, dia bisa diupah Rp 70 ribu sehari. Itu kalau jualannya laris. Jika tak habis, biasa diberi Rp40 ribu.

“Cukup aja Dek. Lumayan rezeki daripada enggak ada penghasilan,” katanya kepada Pranala.co, belum lama ini.

Kala Corona mewabah, dia tak banyak mengetahui kebijakan Pemkot Bontang. Mulai bantuan uang Rp 500 ribu sampai gratis sambungan rumah. Maklum saja, dia bukan penggemar menonton berita, apalagi baca info terkini di media massa atau daring.

Meski begitu, perempuan bermukim di Jalan Kapal Layar, Kelurahan Lok Tuan ini sempat mendengar dari tetangga. Jika ada bantuan stimulan dan penggratisan PDAM. Dia juga sempat sumringah. Apalagi, kebutuhan air bersih hanya mengandalkan saluran perusahaan pelat merah itu. “Kalau ada syukurlah dek, mudahan dapat,” harap dia.

Gayung bersambut. Madikah satu dari 26.280 sambungan pelanggan PDAM Bontang yang menerima penggratisan air bersih pembayaran selama tiga bulan.

Berdasarkan data, jumlah keseluruhan pelanggan di Bontang mencapai 28.277 sambungan. Artinya masih terdapat 1.997 sambungan yang tidak mendapat subsidi dari pemerintah.

“Yang tidak mendapat pembayaran gratis akan kami surati,” jelas Dirut PDAM Tirta Taman Bontang Suramin, Senin (13/04).

Ia menjelaskan, penggratisan pemakaian yakni Maret hingga Mei. Artinya April – Juni tidak akan muncul di tagihan rekening air. Meski begitu tunggakan pelanggan sebelum harus dilunasi.

Berkaca Maret lalu, setiap bulannya pemerintah harus menanggung biaya subsidi air sekitar Rp 3,1 miliar dari total 26.280 pelanggan. Jika diakumulasi selama tiga bulan mencapai Rp 9 miliar lebih.

Kelompok dan Golongan Pelanggan Mendapat Pembayaran Gratis:
Sosial Umum: 10
Sosial Khusus I: 182
Sosial Khusus II: 46
Rumah Tangga I: 287
Rumah Tangga II: 4.830
Rumah Tangga III: 17.674
Niaga I: 3.094
Niaga Khusus: 177

Kebijakan pemerintah tersebut bentuk kepedulian terhadap dampak corona virus disease (Covid-19). Saat ini prosesnya tengah menunggu SK resmi sebagai dasar hukum penggratisan air PDAM.

Pelanggan instansi pemerintah, perhotelan dan industri tidak mendapat gratis pembayaran. Hal itu menjadi kesepakatan dalam rapat koordinasi bersama Pemkot Bontang beberapa waktu lalu.

Adapun jenis usaha yang juga tidak diberikan secara gratis seperti toko atau ruko, praktek dokter, kantor media massa, losmen atau penginapan, usaha bengkel motor dan mobil, pusat jajanan dan sebagainya.

“Kenapa depot air isi ulang mendapat pembayaran gratis, karena jumlahnya tidak berpengaruh signifikan dengan air PDAM dan penghasilannya juga masih minim,” terangnya.

Ketahuan Jual Air Bakal Disanksi

DIREKTUR PDAM Tirta Taman Bontang, Suramin menegaskan untuk pemberian sanksi bagi pelanggan yang ketahuan memperjualbelikan air. Selama penggratisan pembayaran, masyarakat diminta tetap menghemat air.

Tak main-main, Suramin menyampaikan jika ada pelanggan atau oknum yang ketahuan atas tindakan itu akan diberi sanksi teguran hingga penutupan total sambungan milik pelanngan tersebut.

“Kami akan pantau melalui administrasi pembayaran, apakah diperjualbelikan dan sebagainya,” ucapnya kala bertemu awak media, di kantor PDAM Bontang, Senin (13/04).

Ia juga mengatakan, PDAM Tirta Taman Bontang akan membentuk tim untuk mengontrol pelanggan yang over menggunakan air. Menurutnya meski pemerintah telah menggratiskan, akan tetapi warga juga tidak memboros.

“Jangan merusak, memotong, atau mengubah saluran air sehingga aliran tidak lagi melalui meteran, karena ini masuk dalam unsur pencurian air,” tegasnya. (*)

More Stories
Data Provinsi Keliru, Diskes Bontang: Pasien Sembuh Baru 2 Orang