PERJALANAN politik DPD PKS Kutai Timur (Kutim) menunjukkan grafik yang menarik perhatian. Setelah berhasil melakukan lompatan signifikan dari 2 kursi pada Pemilu 2019 menjadi 7 kursi di DPRD Kutim saat ini, partai besutan Akhmad Wasrip ini kembali mematok target besar untuk kontestasi mendatang.
Tidak sekadar ingin meramaikan panggung politik, PKS Kutai Timur kini terang-terangan membidik kemenangan penuh di Pemilihan Legislatif (Pileg) sekaligus mengamankan tiket di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Ketua Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Kutai Timur, Akhmad Wasrip, menegaskan bahwa pencapaian luar biasa tersebut bukanlah hasil kerja perorangan. Mengawali konsolidasi internal partai di Sangatta, Sabtu (18/7/2026), ia memberikan pesan menohok terkait pentingnya fondasi organisasi.
"Organisasi dakwah tanpa disiplin ibarat tubuh tanpa tulang. Besar, tetapi lemah. Karena itu disiplin harus menjadi budaya yang melekat pada setiap kader," ujar Wasrip di hadapan jajaran pengurus dan anggota Fraksi PKS.
Wasrip mengingatkan bahwa mesin politik PKS Kutai Timur bertumpu pada kerja kolektif, bukan popularitas individu. Kunci keberhasilan mempertahankan dan menambah perolehan kursi terletak pada rapatnya barisan serta komunikasi yang fleksibel antar-elemen partai.
Ia menilai, strategi pribadi hanya akan melahirkan kerapuhan. Sebaliknya, gerakan bersama yang terencana sejak dini adalah kunci utama memenangkan kepercayaan masyarakat Kutai Timur.
"Strategi politik PKS adalah strategi kolektif, bukan pribadi. Komunikasi dan konsolidasi harus terus kita perkuat agar arah perjuangan tetap sejalan," tegasnya.
Langkah PKS Kutim menuju kontestasi mendatang tidak hanya berfokus pada mesin internal. Wasrip meminta seluruh kader, struktur partai, hingga legislator PKS yang duduk di DPRD Kutim untuk menonjolkan pelayanan publik yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
Peningkatan kaderisasi dan kehadiran program yang menyentuh akar rumput dianggap sebagai benteng utama dalam menjaga momentum politik partai.
"Target kita bukan sekadar berpartisipasi dalam kontestasi politik, tetapi memenangkan pemilihan legislatif dan menjadi bagian penting dalam memenangkan pemilihan eksekutif. Targetnya adalah kemenangan," pungkas Wasrip. (*)















