Pranala.co, BALIKPAPAN — Aksi penyelundupan narkoba lewat jalur udara kembali digagalkan. Seorang kurir berinisial IF ditangkap tim Ditresnarkoba Polda Kaltim setiba di Pintu Kedatangan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Minggu (10/8/2025).
Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Kaltim, AKBP Rezkhy Setya, menjelaskan pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat. Ada kabar soal peredaran narkoba jenis baru yang masuk ke Kalimantan Timur.
“Setelah kami dalami, ternyata barang tersebut berasal dari Sumatra Utara,” ujar Rezkhy, Selasa (16/9).
Polisi kemudian menerima informasi lain: akan ada pengiriman narkoba melalui jalur udara. Tim langsung bergerak ke Bandara Sepinggan untuk melakukan pemantauan.
Dari gelagat mencurigakan, IF akhirnya dibekuk. Saat koper miliknya digeledah, polisi menemukan sabu seberat 1 kilogram dan 475 butir ekstasi.
“Barang itu disembunyikan di antara tumpukan pakaian batik,” beber Rezkhy.
Modus penyelundupan ini bukan pertama kali. Sebelumnya, Polda Kaltim juga pernah mengungkap kasus serupa lewat penerbangan Garuda. Kali ini, pelaku menggunakan pesawat Super Air Jet.
Rezkhy menegaskan, kasus ini bukanlah aksi tunggal. Barang haram yang dibawa IF merupakan bagian dari jaringan antarprovinsi dengan jalur utama Sumatra Utara – Kalimantan Timur.
“Kami masih mendalami apakah pelaku terhubung dengan jaringan sebelumnya atau berbeda,” jelasnya.
Informasi yang dikantongi polisi menyebut, ada beberapa pemasok dari Sumatra yang kerap menggunakan jalur udara untuk mengedarkan narkoba ke Kalimantan.
Tak berhenti di bandara, kasus ini dikembangkan hingga ke Samarinda. Dua tersangka lain berhasil diamankan, meski dalam rilis kali ini hanya satu pelaku yang dipublikasikan.
“Kasus di Samarinda merupakan pengembangan dari Operasi Antik yang kami gelar sebulan lalu,” ungkap Rezkhy.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki lebih dalam apakah jaringan yang beroperasi di Samarinda memiliki kaitan dengan kasus di Bandara Sepinggan.
“Beberapa supplier yang kami amankan memang berasal dari jaringan berbeda. Itu yang masih kami dalami,” jelas dia. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















