Pranala.co, SAMARINDA – Di tengah tantangan rendahnya skor Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA), muncul harapan dari sisi yang tak terduga: siswa Indonesia ternyata termasuk yang paling bahagia di dunia saat belajar di kelas.
Hal ini terungkap dalam lokakarya pembelajaran mendalam yang digelar di Samarinda, Rabu (11/6), dan dihadiri para guru dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim).
Abdul Gofur, Penelaah Analisis Kebijakan Direktorat Guru PAUD dan PNF Kemendikdasmen, mengatakan bahwa kebahagiaan siswa adalah modal besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Data PISA menunjukkan siswa Indonesia berada di peringkat dua teratas dalam hal kebahagiaan di sekolah,” ujarnya.
Gofur juga menyoroti pendekatan pendidikan di Jepang yang sangat menekankan berpikir logis dan rasional.
Ia mencontohkan bagaimana orang Jepang menganalisis tsunami Aceh secara ilmiah, tanpa mengaitkannya dengan hal-hal mistis.
“Orang Jepang itu logis. Kita perlu belajar dari cara berpikir mereka,” ungkap Gofur.
Meski Indonesia masih tertinggal, ada contoh inspiratif dari negara tetangga: Vietnam.
Negara yang baru merdeka setelah Indonesia itu justru sudah masuk peringkat 8 dunia dalam literasi dan numerasi versi PISA 2012.
Gofur meyakini, dengan strategi yang tepat, Indonesia juga bisa mengejar ketertinggalan tersebut.
Gofur memperkenalkan pendekatan lesson study yang dipelajarinya langsung dari Jepang. Metode ini berbasis tiga langkah: plan (rencana), do (pelaksanaan), dan see (evaluasi).
“Lesson study membantu guru menyusun pembelajaran yang logis dan sistematis,” katanya.
Kemendikdasmen juga terus mendorong penerapan STEAM, High Order Thinking Skills (HOTS), dan Merdeka Belajar. Semuanya dirancang untuk membentuk siswa yang berpikir kritis dan solutif.
Di tengah dorongan berpikir logis, Gofur menyebut keimanan dan spiritualitas siswa Indonesia sebagai kekuatan tersendiri. Menurutnya, ini menjadi penyeimbang yang menjaga kebahagiaan dan kesehatan mental siswa.
“Anak-anak kita masih punya sandaran agama ketika menghadapi masalah. Ini yang menjaga mereka tetap kuat dan tegar,” jelas Gofur.
Dengan kebahagiaan siswa yang tinggi, dorongan untuk berpikir logis, dan dukungan spiritual yang kuat, Indonesia dinilai punya fondasi yang lengkap untuk membentuk generasi tangguh, cerdas, dan bahagia.
“Ini potensi besar. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan baik,” tutup Gofur. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















