Samarinda, PRANALA.CO – Data kecelakaan lalu lintas alias laka lantas di Kota Samarinda menunjukkan angka yang mengkhawatirkan, khususnya yang melibatkan pelajar dan mahasiswa. Menyikapi situasi ini, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda meningkatkan langkah pencegahan melalui patroli intensif dan sosialisasi ke sekolah-sekolah.
“Kami fokuskan upaya ini karena data dua tahun terakhir (2023–2025) mencatat 1.332 kasus kecelakaan. Dari jumlah itu, 427 korban jiwa adalah pelajar atau mahasiswa, dan 320 pelajar/mahasiswa tercatat sebagai pelaku kecelakaan,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad, di Samarinda, Senin (28/4/2025).
Melihat tingginya angka tersebut, Satlantas Polresta Samarinda tidak tinggal diam. Selain patroli rutin di titik-titik rawan kecelakaan dan kemacetan. Pihaknya kini rutin menyambangi sekolah dari berbagai jenjang pendidikan untuk menggelar sosialisasi tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.
"Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini. Kami edukasi tentang kepatuhan pada rambu lalu lintas, pentingnya penggunaan helm, serta bahaya berkendara ugal-ugalan," jelas La Ode.
Dalam sosialisasi itu, petugas juga menekankan bahwa berkendara di jalan raya harus sesuai aturan, termasuk usia minimal dan kewajiban memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Tidak hanya ke siswa, Polresta Samarinda juga mengingatkan para orang tua agar tidak sembarangan memberikan kendaraan bermotor kepada anak yang belum cukup umur.
"Keselamatan anak-anak kita harus menjadi prioritas. Kami minta orang tua lebih ketat mengawasi dan mendukung aturan lalu lintas," tambah La Ode.
Selain pendekatan preventif, Satlantas Polresta Samarinda juga tetap melakukan penindakan tegas terhadap pelanggaran lalu lintas. Pelajar yang kedapatan mengemudi tanpa SIM atau melanggar aturan lain akan dikenai sanksi tilang.
“Penegakan hukum ini penting agar tercipta efek jera dan kesadaran akan pentingnya tertib berlalu lintas semakin kuat,” tegasnya.
Menutup keterangannya, La Ode mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pelajar, mahasiswa, dan orang tua, untuk bersama-sama membangun budaya berlalu lintas yang aman dan bertanggung jawab.
"Patuhi rambu, gunakan perlengkapan keselamatan, dan hindari perilaku ceroboh di jalan. Ingat, keselamatan adalah yang utama," tegasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















