Pranala.co, BONTANG – Perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum. Edukasi berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat justru menjadi benteng terkuat untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
Penegasan itu disampaikan Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriani, menyusul masih tingginya angka kasus narkoba di sejumlah wilayah Kota Bontang. Berdasarkan hasil pemetaan Polres Bontang, Kecamatan Bontang Selatan tercatat sebagai wilayah paling rawan peredaran narkoba.
“Bontang Selatan mencatat 36 tempat kejadian perkara. Ini angka yang cukup tinggi dan harus menjadi perhatian bersama,” ujar AKBP Widho dalam rapat Tim P4GN di Kantor BNN Bontang, Selasa (23/12/2025).
Dari total tersebut, Kelurahan Tanjung Laut Indah menjadi penyumbang terbanyak dengan 17 TKP. Disusul Kelurahan Tanjung Laut sebanyak 8 TKP. Sementara Berbas Pantai, Satimpo, dan Bontang Lestari masing-masing mencatat 3 TKP.
Di Kecamatan Bontang Utara, kasus narkoba juga tergolong signifikan. Tercatat 27 TKP yang tersebar di sejumlah kelurahan, mulai dari Lok Tuan, Guntung, Gunung Elai, Bontang Baru, Api-Api, hingga Bontang Kuala.
“Untuk Kecamatan Bontang Barat relatif lebih rendah, dengan tiga TKP di Gunung Telihan dan Kelurahan Belimbing,” tambahnya.
Menurut Widho, tingginya angka kasus narkoba bukan sekadar deretan statistik. Angka-angka itu adalah alarm bahaya bagi masa depan generasi muda Bontang.
“Narkoba adalah ancaman nyata. Dampaknya bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Karena itu, Polres Bontang tidak hanya mengedepankan penindakan hukum. Pihaknya juga aktif mendukung program Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang melalui edukasi dan sosialisasi.
Upaya tersebut dilakukan dengan rutin turun ke sekolah-sekolah. Pelajar diberi pemahaman tentang bahaya narkoba, dampak jangka panjang bagi kesehatan, serta konsekuensi hukum yang mengintai.
“Memerangi narkoba tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Diperlukan sinergi pemerintah, aparat keamanan, sekolah, tokoh masyarakat, dan warga secara luas,” ujarnya.
Melalui kolaborasi yang kuat dan kesadaran bersama, Polres Bontang berharap upaya pencegahan dan penindakan dapat berjalan seimbang. Tujuannya satu, melindungi generasi muda agar tumbuh sehat, berprestasi, dan terbebas dari jerat narkotika.
“Kami mengajak masyarakat lebih peduli dan berani melapor jika melihat indikasi peredaran narkoba. Minimal, kita bisa meredam peredarannya,” pungkas AKBP Widho. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















