Pranala.co, BONTANG – Satu hari menjabat, Kepala Kejaksaan Negeri alias Kajari Bontang yang baru, Philipus Siahaan, langsung kirim sinyal kuat. Ia bukan datang untuk duduk manis. Tapi untuk bekerja dan menegakkan hukum, terutama soal korupsi.
Dalam acara pisah sambut yang digelar Selasa (29/7) malam di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Philipus bicara lugas.
“Kami ini ibarat mobil tanpa bahan bakar kalau tidak didukung Forkopimda. Tidak bisa jalan,” katanya membuka sambutan.
Philipus menolak anggapan bahwa tugas kejaksaan hanya soal "memasukkan orang" ke penjara. Ia menekankan, pencegahan jauh lebih penting dari penindakan.
“Kalau bisa dicegah, kenapa harus ditindak? Tapi kalau sudah keterlaluan, ya jangan harap bisa diarahkan,” ucapnya tegas.
Mengutip Presiden Joko Widodo, ia juga mengingatkan pentingnya pengembalian kerugian negara jika masih memungkinkan. Tapi, kata dia, itu bukan berarti kompromi.
“Selama bisa dikembalikan, kita fasilitasi. Tapi bukan berarti kita lunak. Kita bicara penyelamatan negara,” tandasnya.
Philipus berjanji melanjutkan program-program Kajari sebelumnya. Tapi, ia ingin menambah kecepatan dan kedalaman strategi. Pencegahan akan jadi prioritas.
“Penindakan memang paling ramai di media. Tapi kami ingin masalah tidak membesar duluan,” katanya.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniani, turut hadir dalam acara itu. Ia menyampaikan apresiasi atas pendampingan hukum yang selama ini diberikan Kejari.
“Kami sadar dalam menjalankan pemerintahan pasti ada salah. Tapi dengan pendampingan Kejari, kami bisa berjalan sesuai jalur,” kata Neni.
Ia juga memastikan akan membuat MoU resmi dengan Kejari Bontang agar program pemerintah tetap mendapat pengawalan hukum yang baik.
“Semua kegiatan pemerintah harus berjalan aman dan lancar. Untuk itu, sinergi hukum sangat penting,” tegasnya.
Sementara itu, Kajari lama Otong Hendra Rahayu yang dipromosikan menjadi Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Riau, menyampaikan pesan perpisahan penuh makna.
“Kami sadar, tugas kami belum sempurna. Tapi dukungan Forkopimda dan masyarakat luar biasa. Tanpa itu, kami tidak bisa bekerja,” katanya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf, baik secara pribadi maupun kelembagaan.
“Kalau ada salah, tolong jangan jadi ganjalan. Mohon maaf lahir batin,” ucapnya tulus.
Otong yakin, Kejari Bontang akan melesat di tangan Kajari yang baru.
“Pak Philipus ini orangnya berpengalaman. Saya optimistis, Kejari Bontang akan lebih solid dan progresif,” tutupnya. (FR)















