Pranala.co, BONTANG - Di tengah derasnya arus digitalisasi, ternyata beberapa wilayah di Kota Bontang masih belum tersentuh jaringan internet. Warga di kawasan itu hidup di tengah era daring, tapi tanpa sinyal.
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengakui hal tersebut. Ia menyebut wilayah Bontang Lestari dan sejumlah pulau terluar masih masuk dalam kategori blank spot area.
“Daerah seperti Bontang Lestari, Pulau Tihi-tihi, dan Melahing belum semuanya terjangkau jaringan internet,” ujar Neni, baru-baru ini.
Pemerintah Kota Bontang, kata Neni, tidak tinggal diam. Upaya memperluas jangkauan internet terus dilakukan, meski dengan berbagai kendala.
Salah satu tantangan terbesar adalah terbatasnya anggaran daerah, terutama setelah adanya pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Kita penuhi secara bertahap karena tantangannya ada di pembiayaan. Pemangkasan TKD membuat banyak program ikut terdampak,” jelasnya.
Untuk menutup celah itu, Pemkot Bontang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Wali Kota Neni mengaku sudah meminta dinas terkait agar memanfaatkan program Wi-Fi gratis yang digulirkan Pemprov Kaltim untuk daerah pelosok.
“Saya sudah sampaikan agar program Wi-Fi gratis dari provinsi bisa diprioritaskan ke titik-titik yang masih blank spot,” tegasnya.
Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses internet, terutama bagi warga di pulau-pulau yang jauh dari pusat kota.
Hingga kini, cakupan internet di Bontang baru mencapai sekitar 75 persen. Angka itu menunjukkan kemajuan signifikan, namun juga menandakan masih ada pekerjaan besar di depan mata.
“Ke depan akan terus kita tingkatkan secara bertahap. Tapi memang butuh biaya besar, terutama untuk biaya kuota dan jaringan,” kata Neni.
Ia menambahkan, perluasan jaringan internet bukan sekadar soal hiburan, melainkan juga mendukung pendidikan, layanan publik, hingga ekonomi digital masyarakat lokal.
Data dari Pemprov Kaltim mencatat, Bontang termasuk kota dengan tingkat pengguna internet tertinggi di provinsi. Hal ini, kata Neni, menjadi dorongan kuat agar pemerataan jaringan terus dikejar.
“Warga Bontang sudah melek digital. Karena itu kami terus berupaya memenuhi kebutuhan mereka agar semua bisa terkoneksi, baik di darat maupun di pulau-pulau terluar,” tegas dia. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















