Pranala.co, BONTANG – Rencana membuka layanan 24 jam di Puskesmas Bontang Selatan 1, Kota Bontang belum bisa terwujud dalam waktu dekat. Masalah utamanya bukan sekadar niat, tetapi keterbatasan tenaga medis dan fasilitas penunjang yang masih jauh dari ideal.
Kepala Puskesmas Bontang Selatan 1, drg. Irmawati, menyebut beban kerja saat ini saja sudah berat. Pelayanan masih berjalan dengan sistem dua shift. Jika dipaksakan menjadi tiga shift untuk layanan penuh 24 jam, kata dia, kondisinya akan makin sulit.
“Dengan tenaga yang ada sekarang, kami sudah kewalahan. Apalagi kalau harus 24 jam. Perawat dan bidan masih jauh dari jumlah ideal,” ujar Irmawati, Kamis (4/9/2025).
Data puskesmas mencatat jumlah bidan saat ini hanya 7 orang, padahal kebutuhan minimal 10 orang. Perawat tersedia 10 orang, sedangkan idealnya 12 orang. Hanya dokter yang dinilai sudah mencukupi jumlahnya.
Keterbatasan itu berdampak langsung pada pelayanan. Hampir semua layanan kesehatan—mulai imunisasi, pemeriksaan kehamilan, USG, program KB, hingga kegiatan posyandu—membutuhkan minimal satu tenaga medis.
Jika ada yang cuti atau mengikuti pelatihan, tenaga yang tersisa harus merangkap posisi kosong. Beban kerja pun semakin berat.
“Untuk pelayanan luar gedung, kami hanya bisa satu kali sehari. Itu pun bergilir di tiap kelurahan,” jelas Irmawati.
Masalah lain adalah minimnya infrastruktur penunjang. Fasilitas seperti ruang istirahat tenaga medis maupun ruangan pendukung belum tersedia memadai.
Padahal, layanan 24 jam membutuhkan sistem yang mendukung stamina tenaga medis, selain hanya fokus pada pasien.
“Tahun depan saja baru disetujui penambahan satu bidan. Sebelumnya justru penambahan dilakukan untuk staf administrasi dan petugas kebersihan,” ungkap Irmawati.
Irmawati berharap pemerintah daerah, baik legislatif maupun eksekutif, bisa memberi perhatian serius. Penambahan tenaga medis dan fasilitas dinilai mendesak agar rencana layanan 24 jam bisa benar-benar terwujud.
“Kami ingin memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Tapi tanpa tenaga dan fasilitas yang cukup, tentu sulit. Harapan kami kebutuhan ini bisa dipenuhi bertahap,” pungkasnya. (fr)














