SEMANGAT berbagi saat Iduladha tahun ini terasa berbeda di Masjid Agung Al-Hijrah, Bontang. Jumlah hewan kurban melonjak tajam. Bukan cuma itu, sistem pengelolaannya pun berubah total.
Jika tahun lalu hanya ada tiga ekor sapi, kini panitia menerima 11 sapi dan 10 kambing. Lonjakan itu menjadi sinyal kuat meningkatnya partisipasi jamaah sekaligus tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan kurban di masjid tersebut.
Ketua Panitia Kurban, Badaruddin Bana, mengaku bersyukur atas peningkatan yang terjadi tahun ini.
“Ini peningkatan yang sangat signifikan. Alhamdulillah, kepercayaan dan partisipasi jamaah terus tumbuh,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Sebagian besar hewan kurban berasal dari jamaah Masjid Al-Hijrah sendiri. Dua ekor sapi lainnya merupakan bantuan dari Prabowo Subianto dan PT Indominco Mandiri. Sementara satu ekor kambing berasal dari City Mall Bontang.
Namun perubahan paling mencolok justru terjadi pada proses penyembelihan.
Setelah lebih dari satu dekade dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH), tahun ini penyembelihan hewan kurban akan kembali dilaksanakan langsung di lingkungan masjid. Keputusan itu diambil setelah banyak jamaah menyampaikan aspirasi agar proses kurban bisa lebih dekat dengan masyarakat.
Panitia pun menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar proses penyembelihan tetap higienis. Mulai dari lubang penampungan hingga saluran pembuangan limbah telah disiapkan sejak awal.
“Ini sekaligus edukasi bahwa penyembelihan kurban di lingkungan masjid bisa dilakukan secara higienis dan bertanggung jawab. Limbah tetap kami kelola dan dibuang ke RPH,” jelas Badaruddin.
Penyembelihan dijadwalkan berlangsung pada hari kedua Iduladha. Panitia juga membenahi sistem distribusi agar pembagian daging lebih tertata dan tidak menimbulkan kerumunan.
Tujuh RT di sekitar masjid, mulai RT 23 hingga RT 30, menjadi prioritas penyaluran. Masing-masing RT diminta mendata warga penerima, dengan estimasi sekitar 50 sampai 60 kepala keluarga per wilayah.
Cara pembagian pun berubah. Warga tidak lagi mengambil daging langsung ke masjid. Kupon akan dibagikan melalui pengurus RT agar distribusi lebih rapi dan merata.
“Kami ingin prosesnya lebih tertib, adil, dan tidak merepotkan warga. Ini juga bagian dari pembelajaran manajemen distribusi yang baik,” tambahnya.
Dengan jumlah hewan kurban yang meningkat, volume daging yang diterima warga diperkirakan ikut bertambah. Jika sebelumnya tiap RT hanya memperoleh sekitar 30 hingga 40 kilogram, tahun ini jumlahnya diprediksi mencapai 60 sampai 70 kilogram.
Panitia juga memastikan jamaah aktif Masjid Al-Hijrah di luar tujuh RT tersebut tetap mendapat perhatian dalam pendistribusian. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















