SUASANA Iduladha di Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim) tahun ini terasa berbeda. Sejak pagi, perhatian warga tertuju ke halaman Masjid Al-Falah di kawasan GPL Munthe, Swarga Bara, Sangatta Utara. Seekor sapi kurban berbobot hampir satu ton berdiri tenang di tengah keramaian.
Sapi bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto, itu bukan cuma menjadi hewan kurban terbesar yang diterima panitia tahun ini. Kehadirannya juga memunculkan rasa antusias warga yang datang silih berganti untuk melihat dari dekat sapi berbobot sekitar 950 kilogram tersebut.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan pola distribusi bantuan hewan kurban kini mulai diperluas. Jika sebelumnya bantuan terpusat di masjid utama, tahun ini pemerintah daerah mulai mendistribusikannya ke lebih banyak titik.
“Pusatnya kan tetap Masjid Agung, tapi mulai tahun ini kita coba distribusi ke masjid-masjid yang lain dan alhamdulillah tahun ini bisa terlaksana,” ujar Ardiansyah.
Menurut dia, bantuan sapi kurban dari Presiden bukan sekadar agenda simbolik setiap Iduladha. Ada pesan kebersamaan yang ingin dibawa, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kita lihat tadi sapi yang ada itu hampir satu ton, 950 kilogram, luar biasa. Kita berharap apa yang telah didistribusikan Presiden ini mendapat sambutan dari masyarakat dan warga,” katanya.
Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus bergerak menjelang hari raya, daging kurban masih menjadi berkah yang paling ditunggu banyak keluarga. Karena itu, distribusi daging tidak hanya difokuskan untuk warga sekitar masjid.
Sebagian daging juga disiapkan untuk menjangkau kawasan lain yang membutuhkan bantuan. Semangat berbagi itu terasa hidup di tengah masyarakat.
Ardiansyah juga meminta seluruh proses penyaluran kurban dilakukan secara tertib dan transparan. Mulai dari penyerahan hewan, penyembelihan, hingga distribusi daging diminta terdokumentasi dengan baik.
“Dokumentasi mulai dari penyerahan sampai pemotongan dan simbolisasi distribusi nanti disampaikan ke pemerintah melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kutim untuk dilaporkan kembali kepada Bapak Presiden,” tegasnya.
Tak hanya mengandalkan bantuan pemerintah pusat, distribusi hewan kurban di Kutim tahun ini juga diperkuat dukungan perusahaan melalui program sosial dan kemitraan bersama pemerintah daerah.
Lebih dari 30 ekor sapi disebut telah tersebar ke berbagai wilayah, masjid, pondok, hingga lokasi lain yang membutuhkan.
“Di beberapa tempat kita distribusikan baik di masjid maupun pondok dan tempat tertentu lainnya, meskipun memang belum semua masjid bisa mendapat,” ujarnya.
Di Masjid Al-Falah sendiri, panitia kurban tahun ini menyiapkan total 16 ekor sapi dan enam ekor kambing untuk disembelih selepas salat Id. Sekitar 100 panitia dan warga dilibatkan dalam proses tersebut.
Pengurus Masjid Al-Falah, Agus Sumarto, mengaku bersyukur karena tahun ini masjid mereka dipercaya menerima bantuan sapi kurban Presiden melalui Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
“Alhamdulillah tahun ini kami dipercaya mendapat bantuan sapi dari Presiden melalui pemerintah daerah bersama Bupati Kutim,” katanya.
Menurut Agus, daging kurban nantinya tidak hanya dibagikan kepada jemaah sekitar masjid. Sebagian juga akan dikirim ke masjid lain dan masyarakat di luar kawasan yang membutuhkan bantuan.
“Kami biasanya juga membantu masjid lain yang membutuhkan. Ada proposal masuk ke kami dan insya Allah tetap kami bantu,” ujarnya.
Meski bobot sapi bantuan Presiden mencapai sekitar 950 kilogram, jumlah daging bersih yang nantinya bisa dibagikan diperkirakan sekitar 500 hingga 600 kantong setelah dipisahkan dari tulang dan bagian lainnya. [RIL]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














