Tanjung Redeb, PRANALA.CO – Lantai dua Masjid Al Muqarrabin Karang Ambun, Tanjung Redeb, Berau tampak mengepulkan asap tebal, sekira pukul 22.30 Wita (20/4/2025). Beberapa warga yang sedang bersantai di sekitar lingkungan langsung berlarian menuju masjid. Khawatir api akan merambat dan membakar seluruh bangunan ibadah.
Pemicunya bukan hubungan pendek arus listrik atau lilin ibadah. Tapi ulah lima remaja yang menyelinap masuk ke lantai dua masjid untuk menghirup lem dan aroma pertalite. Satu dari mereka nekat menyalakan korek api—dan seperti sudah bisa ditebak, ledakan kecil terjadi. Api menyambar. Kepulan asap muncul dari balik jendela.
“Saat kami tiba, api sudah padam. Tapi asapnya pekat sekali. Kami temukan satu remaja masih di lokasi, empat lainnya kabur,” ujar AKP Ngatijan, Kasihumas Polres Berau, dikutip keterangannya, Kamis (24/4/2025).
Remaja yang tertangkap itu diketahui berinisial IL, warga Karang Mulyo. Namanya bukan sekali dua kali terdengar. Sebelumnya, IL pernah dirawat di ruang Tulip RSUD Tanjung Redeb karena gangguan kejiwaan. Tapi tak lama setelah dirawat, ia melarikan diri dari ruang isolasi.
Malam itu, warga bersama pengurus masjid dan aparat setempat sepakat membawa IL kembali ke RSUD. Tapi rumah sakit menolak memberikan perawatan. Alasannya, pembiayaan pasien gangguan jiwa tak lagi ditanggung BPJS. Sementara keluarga IL sendiri tidak memiliki kemampuan untuk menanggung biaya secara mandiri.
Akhirnya, IL sementara diamankan di ruang Unit Reskrim Polsek Tanjung Redeb. Namun pagi harinya, sekitar pukul 06.00 Wita, kabar mengejutkan kembali datang—IL melarikan diri. Dalam kondisi masih diborgol, ia berhasil menghindari penjagaan dan hingga kini masih dalam pencarian.
“Unit Reskrim terus melakukan penyelidikan. Kami sudah periksa saksi-saksi, amankan lokasi, dan susun kronologi kejadian untuk penanganan lanjutan,” jelas AKP Ngatijan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















Comments 1