Pranala.co, BONTANG — Tiga sekolah dasar di Bontang mendadak riuh pada Senin (24/11/2025) pagi. Rombongan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang, yang dipimpin langsung Kepala BNN Lulyana Ramdani, datang tanpa pemberitahuan.
Mereka membawa kabar penting: pengumuman pemenang Lomba Mars Anti Narkoba tingkat SD se-Kota Bontang. Kunjungan dimulai di SD 004 Bontang Selatan, Kelurahan Bontang Lestari.
Para siswa semula hanya penasaran melihat rombongan BNN. Namun suasana langsung pecah. Sekolah mereka diumumkan sebagai Juara Kreatif. Siswa dan guru bersorak. Beberapa siswa bahkan langsung menyanyikan kembali mars ciptaan mereka.
Rombongan kemudian bergerak ke SD Vidatra. Sambutan hangat guru dan siswa membuat halaman sekolah berubah seperti panggung kecil. Di tempat ini, BNN mengumumkan SD Vidatra sebagai Juara Favorit. Prestasi ini diraih karena penampilan mereka dianggap paling mencuri perhatian juri.
Perjalanan BNN ditutup di SD 012 Bontang Selatan. Sejak rombongan datang, ratusan siswa sudah menyemut di halaman sekolah. Antusiasme mereka terbayar. SD 012 dinobatkan sebagai Juara Umum. Sekolah ini dinilai paling unggul dari sisi kualitas penampilan, penghayatan lagu, hingga keterlibatan komunitas sekolah.
Edukasi Bahaya Narkoba dengan Cara yang Lebih Dekat
Kepala BNN Bontang Lulyana Ramdani mengatakan, lomba ini sengaja dikemas melalui pendekatan kreatif agar pesan bahaya narkoba dapat diterima lebih ringan oleh anak-anak.
“Penyuluhan narkoba tidak harus lewat ceramah. Lagu Mars BNN bisa jadi media menyenangkan bagi siswa untuk mengenal pesan anti narkoba,” kata Lulyana.
Yang menarik, penilaian tak hanya berfokus pada vokal dan koreografi. BNN juga menilai keterlibatan sekolah dan orang tua. Di sinilah poin besar SD 012.
“SD 012 melibatkan orang tua dalam proses persiapan. Ada gerakan bersama antara siswa dan keluarga. Itu sangat penting dalam pencegahan narkoba,” ujarnya.
Tahun ini, penyelenggaraan lomba melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), dan Pama. Menurut BNN, dukungan banyak pihak membuat pesan bahaya narkoba semakin luas digaungkan.
Lulyana memastikan, Lomba Mars Anti Narkoba akan digelar setiap tahun.
“Kami ingin edukasi pencegahan narkotika dilakukan sejak dini. Dengan cara yang dekat dengan dunia anak. Harapannya, tidak hanya pelajar, tetapi orang tua dan masyarakat ikut menjadi garda terdepan melawan narkoba,” katanya.
BNN Bontang berharap pendekatan kreatif ini membuat pesan anti narkoba tidak sekadar slogan. Namun tumbuh sebagai kesadaran bersama yang berawal dari sekolah. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















