PERJUANGAN tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI dari SMAN 1 Bontang berbuah manis. Di tengah padatnya jadwal ujian semester, mereka berhasil mengamankan tiket menuju tingkat nasional dan akan mewakili Kalimantan Timur (Kaltim) di Jakarta.
Keberhasilan itu tidak diraih dengan mudah. Persaingan berlangsung ketat hingga akhir, mempertemukan tiga sekolah terbaik yang sama-sama mengincar satu kursi menuju panggung nasional.
Pengumuman pemenang disampaikan Dewan Juri dari Universitas Mulawarman, Alim Salamah. Dalam babak final tingkat provinsi, SMAN 1 Bontang keluar sebagai juara dengan perolehan 95 poin.
Mereka unggul tipis atas MAN Insan Cendekia Paser yang mengumpulkan 90 poin. Sementara SMAN 1 Sangatta Utara menempati posisi berikutnya dengan raihan 60 poin.
Perwakilan tim SMAN 1 Bontang, Khairunnisa, mengungkapkan persiapan lomba berlangsung bersamaan dengan ujian semester. Kondisi itu membuat fokus peserta sempat terpecah. Namun, mereka memilih untuk saling menguatkan.
“Kita mengutamakan konsistensi dan saling memberikan bantuan satu sama lain. Jadi kalau misalnya teman mengalami kesulitan dalam memahami materi sebelum persiapan lomba ini, kita saling membantu,” ujar Khairunnisa.
Menurutnya, kekuatan terbesar tim bukan hanya pada penguasaan materi, tetapi juga solidaritas yang terus dijaga sejak awal persiapan.
Latihan sebenarnya sudah dimulai sekitar satu bulan sebelum perlombaan. Meski begitu, intensitas belajar meningkat drastis dalam tiga hari terakhir menjelang kompetisi.
Mereka melakukan simulasi, mengulang materi, hingga membedah pasal-pasal yang berpotensi muncul dalam perlombaan.
Metode belajar yang digunakan pun cukup sederhana. Setiap anggota bergantian menyimak hafalan rekannya untuk menemukan bagian yang masih kurang dan segera memperbaikinya bersama-sama.
Khairunnisa menyadari persaingan di Jakarta akan jauh lebih berat dibandingkan tingkat provinsi. Karena itu, tim berencana meningkatkan jam belajar sekaligus memperkuat kekompakan mereka.
“Mungkin nanti porsi belajar kita lebih kita tambah lagi, kemudian solidaritas kita juga saling mendukung satu sama lain, dan dari jam latihan itu sendiri,” katanya.
Semangat tersebut menjadi modal penting saat menghadapi wakil-wakil terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.
Guru pendamping sekaligus Guru PPKN SMAN 1 Bontang, Miftahul Fadli Sudirman, menilai kompetisi tahun ini menghadirkan banyak kejutan.
Menurutnya, tiga sekolah yang berhasil mencapai babak final bukanlah finalis tahun sebelumnya. Bahkan, ketiganya tidak ikut berpartisipasi pada edisi LCC Empat Pilar MPR RI sebelumnya.
SMAN 1 Bontang sendiri sempat berada dalam posisi tertinggal saat perlombaan berlangsung. Namun kerja keras para siswa, ditambah momentum yang tepat, membuat mereka mampu mengejar ketertinggalan hingga akhirnya keluar sebagai juara.
Menghadapi tingkat nasional, tim pendamping kini mulai menyusun strategi.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempelajari berbagai referensi dari media sosial, termasuk menonton video final LCC Empat Pilar dari sejumlah provinsi lain.
“Untuk menyiasatinya, kami banyak mencari referensi melalui media sosial, terutama dengan mempelajari video-video final lomba di provinsi sebelumnya. Dari sanalah kami banyak belajar, mengevaluasi diri, dan mencoba beradaptasi dengan perkembangan perlombaan LCC Empat Pilar hari ini,” ujar Miftahul. [RIL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















