Pranala.co, BONTANG – Penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar Bontang memunculkan alarm serius. Hingga November 2025, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang mencatat tiga pelajar positif mengonsumsi narkotika.
Dua di antaranya menjalani rehabilitasi rawat inap di Pusat Layanan Bareta Tanah Merah, Samarinda. Satu pelajar lainnya menjalani rehabilitasi rawat jalan di Bontang.
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani, menekankan bahwa kasus pelajar sebagai korban narkotika bukan hal baru. Tahun lalu, BNN menangani satu kasus. Meski jumlahnya kecil, tren kenaikan tetap menjadi perhatian serius.
“Tahun lalu hanya satu kasus, tahun ini naik menjadi tiga. Mereka korban penyalahgunaan, bukan pengedar atau bagian jaringan,” jelas Lulyana, Rabu (26/11/2025).
Sebelum menentukan jenis rehabilitasi, korban melewati asesmen komprehensif. Tim rehabilitasi menilai tingkat ketergantungan, kondisi psikologis, hingga dampak pada fungsi otak.
Hasil asesmen menunjukkan dua pelajar dalam kategori sedang hingga berat. Mereka wajib menjalani perawatan intensif 2–3 bulan di Samarinda.
“Jika sudah masuk kategori sedang atau berat, biasanya terjadi gangguan psikis dan biologis. Fungsi otak juga bisa terganggu. Ini cukup mengerikan,” ujar Lulyana.
Satu pelajar lainnya tergolong ringan, sehingga bisa tetap bersekolah dengan penyesuaian pola belajar, misalnya homeschooling.
Dari identifikasi BNN, dua faktor utama mendorong pelajar terjerumus narkotika. Pertama, ketidakstabilan keluarga. Kedua, lingkungan pergaulan yang buruk.
“Satu kasus karena kondisi keluarga yang tidak harmonis, dua lainnya karena pengaruh lingkungan tidak sehat. Anak mudah terdorong mencoba,” ungkapnya.
BNN terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi di sekolah dan masyarakat. Namun, Lulyana menegaskan, pengawasan keluarga tetap menjadi benteng terpenting.
“Edukasi bisa kami berikan, tetapi pengawasan keluarga adalah kunci. Anak perlu ruang aman dan perhatian cukup,” tegasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















