Tes Cepat Pertama, Dua Warga Tanjung Laut Positif COVID-19

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor. Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

DUA Warga Bontang, masing-masing laki-laki berusia 40 dan 50 tahun bermukim di Kelurahan Tanjung Laut dinyatakan positif usai menjalani rapid test (tes cepat) pertama. Mereka merupakan jemaah Ijtima Ulama di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Rinciannya, satu orang pekerja swasta dan 1 orang lainnya merupakan teknisi di salah satu fasilitas kesehatan di Bontang. Mereka kini dinanyatakan positif tanpa gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG).

Kini, keduanya sedang menjalani perawatan medis di RSUD Bontang, sejak Selasa (14/4) sore. “Ini baru rapid test pertama. Swab test juga sudah dilakukan tapi belum ada hasilnya. Kami masih menunggu,” ujar Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni kepada awak media, Rabu (15/4).

Merujuk Dinas Kesehatan (Diskes), Wali Kota Neni berujar ada 40 warga Bontang diketahui berangkat ke Gowa. Beberapa diantaranya telah dilakukan pemeriksaan. Yang baru di rapid test 8 orang negatif, 2 orang positif.

Sementara, 30 orang sisanya menjalankan isolasi mandiri. Selebihnya masih di-tracing mereka yang ikut dalam gelombang kedua, termasuk keluarga dan orang-orang yang pernah berinteraksi.

Berdasar data Gugus Percepatan COVID-19 Bontang hari ini per pukul 14.00 Wita telah dilakukan rapid test terhadap 18 orang klaster Ijtima Ulama Gowa: 1 orang PDP dengan hasil rapid tes positif, 2 orang OTG rapid tes positif, 15 orang hasil rapid tes negatif. Jadi ada penambahan 1 orang lagi.

Selain itu, ada 3 Orang status ODP, semuanya isolasi mandiri, 8 orang status Orang Tanpa Gejala (OTG), 6 orang isolasi mandiri, 2 orang isolasi di RS karena hasil pemeriksaan rapid COVID-19 yang dilakukan pada hari selasa 14 April 2020 menunjukkan hasil positif (reaktif Immunoglobulin G/IgG). Pun, telah dilakukan pemeriksaan swab terhadap 8 orang dengan status 1 PDP, 2 ODP, 5 OTG dan saat ini sedang menunggu hasil.

Menurut Juru Bicara Gugus Percepatan COVID-19 Kota Bontang, Adi Permana, ada 29 orang Bontang diketahui mengikuti kegiatan Itjima Ulama Gowa. Petugas surveilans pun sudah melakukan tracing.

“Dari 29 orang itu; 17 orang telah melewati masa monitoring, saat ini kondisi baik. Satu orang bertatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), saat ini sedang dirawat di RSUD Taman Husada Bontang,” kata Adi Permana lewat siaran peranya kepada Pranala.co.

Sebelummya, Gugus Penanganan Covid-19 Bontang memang memberi perhatian serius kepada alumni Ijtima di Gowa, Sulawesi Selatan. Atensi tersebut bukan tanpa sebab, di kabupaten/kota Kaltim jadi bukti bagaimana pasien konfirmasi positif Virus Corona ( covid-19 ) berasal dari klaster tersebut, sebut saja Balikpapan, PPU, Berau, Kukar dan Samarinda.

Pasalnya alumni Ijtima Gowa asal Kaltim tercatat cukup banyak. Dari data Tim Gugus Bontang saja sebanyak 29 orang yang tercatat mengikuti kegiatan Ijtima se-Asia di Gowa, Sulsel. Itu artinya, ada penambahan 11 orang dari tracing sebelumnya.

Kloter pertama 12 orang sudah tiba, sementara sisanya belum lama ini sebanyak 17 orang juga sudah tiba di Kota Bontang. Diduga masih ada peserta Ijtima Gowa yang belum terdata pihaknya. Sampai saat ini mereka terus melakuian tracing kepada kluster tersebut.

Tambahan informasi, Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun perlu Anda ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

Jadi, rapid test di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19.

Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini. (*)

More Stories
Kakek di Samarinda Cabuli Cucu Sambil Nonton Televisi