Volume Sampah di Bontang Berkurang, Limbah Medis Dikelola Khusus

Truk pengangkut sampah Bontang disemprot disinfektan sesudah mengangkut sampah.

PEMBERLAKUAN bekerja di rumah alias Work For Home (WFH) selama COVID-19 malah membuat jumlah penurunan volume sampah di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Sejak 23 Maret pemberlakukan WFH, volume sampah di bulan itu tercatat rata-rata 76,54 ton per hari.

Meminjam data Dinas Lingkungan Hidup, volume sampah rata-rata per hari terkumpul di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontang Lestari per bulan mulai Januari, sebanyak 82,92 ton. Menurun di Februari menjadi 80,32 ton, rata-rata di Maret juga turun jadi 76,54 ton, dan per 12 April pun turun jadi 68,57 ton per hari.

“Terdapat penurunan timbangan sampah cukup besar bulan ini selama pemberlakuan WFH. Ini tren bagus,” kata Agus Amir, Kepala DLH Bontang kepada Pranala.co, Rabu (15/4).

Agus Amir menduga, penurunan sampah ini juga akibat surat edaran bagi rumah makan hingga kafe menggunakan sistem take away (bawa pulang). Sehingga produksi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontang Lestari ikut berkurang.

Jika sebelum adanya pandemi korona, rumah makan hingga kafe ikut menyumbang sampah di Kota Bontang. Namun, karena banyak tutup bisa memengaruhi volume sampah per harinya. Sampah yang dipungut untuk dibuang TPA mayoritas merupakan limbah rumah tangga. Dengan keadaan pandemi ini membuat banyak warga tidak beraktivitas di luar.

“80 persen sampah dari rumah tangga. Sisanya dari warung makan sampai kafe,” tegas Agus Amir.

Disinggung mengenai sampah medis, mulai masker sampai Alat Pelindung Diri (APD) di RSUD Taman Husada Bontang sebagai rumah sakit rujukan penanganan korona, bukan ranah DLH. Semuanya langsung dikelola Dinas Kesehatan dan RSUD. “Bukan dibuang ke TPA, ada penanganan khusus oleh Diskes dan RSUD,” ujarnya.

Lalu, untuk masker yang dibuang warga usai dipakai, Agus Amir bilang sudah tak lagi mensortir lebih jauh. Semua sampah sejak pandemi Korona ini dikubur setiap harinya. Berbeda sebelumnya biasa hanya per 2 sampai 3 hari sekali. Ini sebagai langkah mengantisipasi penularan korona.

Sedangkan untuk para pekerja lapangan, protap kesehatan yang telah lama diterapkan seperti pemberian masker, sarung tangan, dan vitamin pun diberikan. Penyemprotan disinfektan kendaraan sebelum dan hendak keluar dari tempat pembuangan sampah juga dilakukan. (*)

More Stories
Incar Motor yang Kuncinya Masih Menempel