BONTANG, Pranala.co — Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi sorotan setelah ratusan warga belum menerima bantuan hingga akhir Maret 2026. Dari total 927 penerima, tercatat sekira 470 warga masih menunggu pencairan bantuan yang seharusnya mulai disalurkan sejak Januari.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Ia menegaskan bahwa BLT merupakan bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya bagi warga berpenghasilan rendah.
“Minimal bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras. Ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya usai menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) di DPRD Bontang, Senin (30/3/2026).
Menurut Neni, keterlambatan penyaluran BLT disebabkan oleh proses administrasi yang belum rampung. Salah satu tahapan yang masih berjalan adalah harmonisasi Peraturan Wali Kota (Perwali) dengan pemerintah provinsi.
Ia menjelaskan, secara teknis penyaluran bantuan sebenarnya dapat dilakukan lebih cepat dengan menggunakan Surat Keputusan (SK) Wali Kota yang telah tersedia.
“Secara administrasi di bagian hukum sudah selesai, tetapi masih harus melalui proses harmonisasi ke gubernur. Padahal, penyaluran bisa berjalan sambil menunggu,” jelasnya.
Wali Kota Bontang meminta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat segera menuntaskan proses yang tersisa agar bantuan dapat segera diterima masyarakat.
Ia menekankan bahwa prosedur birokrasi tidak boleh menghambat distribusi bantuan yang bersifat mendesak.
“Sudah berjalan tiga bulan. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena proses birokrasi,” tegasnya.
Dia berharap percepatan penyaluran BLT dapat segera direalisasikan, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi. (ADS/FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















