Tenggarong, PRANALA.CO – Saat pagi masih menyelimuti Desa Muara Badak Ulu, Kutai Kartanegara (Kukar) Kaltim sebuah panggilan darurat datang, bukan untuk memadamkan api, melainkan menyelamatkan nyawa. Seorang warga menghubungi Pos Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kecamatan Muara Badak, meminta pertolongan. Istrinya menunjukkan gejala stroke.
Tanpa ragu, empat orang bergerak cepat. Dua petugas Damkar dan dua relawan, didukung satu unit kendaraan operasional, meluncur menuju lokasi di Jalan Terminal RT 07. Bagi mereka, sirine bukan hanya tanda bahaya kebakaran—itu juga panggilan jiwa untuk kemanusiaan.
“Kami terima laporan pukul 08.30 WITA, dan tim langsung meluncur,” kata Kepala Dinas Damkartan Kukar, Fida Hurasani, Sabtu (12/4/2025).
Namun proses penanganan sebenarnya sudah berlangsung sejak dini hari. Petugas berjibaku dari pukul 03.30 hingga 09.00 WITA, menunjukkan bahwa tugas mereka jauh lebih luas dari yang selama ini dibayangkan masyarakat.
Di lokasi, waktu seolah berjalan cepat. Setiap detik berarti. Dengan hati-hati, tim mengangkat pasien ke dalam kendaraan. Di tengah suasana yang penuh ketegangan, semangat untuk menyelamatkan satu nyawa tetap menjadi energi utama. Tim dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Muara Badak turut hadir membantu, menciptakan sinergi nyata di lapangan.
“Aksi cepat ini merupakan wujud komitmen Damkar, bukan hanya dalam penanggulangan kebakaran, tapi juga dalam misi kemanusiaan yang lebih luas,” tegas Fida.
Perjalanan menuju Puskesmas dilakukan dengan kecepatan terukur, memastikan keselamatan pasien tetap terjaga. Sesampainya di fasilitas kesehatan, pasien langsung mendapat penanganan medis yang dibutuhkan.
“Damkar Muara Badak akan selalu siap siaga. Bagi kami, keselamatan dan kesehatan warga adalah prioritas yang tak bisa ditawar,” tutur Fida. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















Comments 1