PRANALA.CO, BONTANG – Lembaga survei Indikator merilis hasil survei terbaru terkait Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Bontang 2024. Survei ini dilakukan pada 4-10 Oktober 2024. Indikator adalah satu-satunya lembaga survei resmi yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang.
Menggunakan metode multistage random sampling, survei melibatkan 800 responden dari tiga kecamatan di Bontang. Tingkat kesalahan (margin of error) diperkirakan sekira 3,5 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. Pewawancara yang telah dilatih secara khusus melakukan wawancara tatap muka dengan responden.
“Untuk memastikan validitas data, quality control dilakukan secara acak terhadap 20 persen dari total sampel oleh supervisor. Hasilnya tidak menunjukkan kesalahan signifikan,” ujar Direktur Riset Indikator, Adam Kamil dalam rilisnya, Selasa (22/10/2024).
Hasil survei menunjukkan bahwa pasangan Neni Moerniaeni-Agus Haris saat ini memimpin dengan perolehan dukungan sebesar 33,8 persen. Pasangan ini unggul jauh dari pesaingnya, Basri Rase-Chusnul Dhihin, yang memperoleh 19,6 persen dukungan.
Sementara itu, pasangan Najirah-Muhammad Aswar berada di posisi ketiga dengan 10,5 persen dukungan. Pasangan Sutomo Jabir-Nasrullah hanya mendapatkan 1,1 persen dukungan.
Menariknya, survei ini juga mengungkap bahwa masih ada 35,1 persen pemilih yang belum menentukan pilihan, atau yang sering disebut sebagai massa mengambang.
Kondisi ini membuat dinamika Pilkada Bontang masih sangat terbuka dan menarik untuk diikuti, karena massa mengambang ini bisa menjadi penentu dalam hasil akhir pemilihan.
Dengan hasil ini, persaingan antara kandidat dalam Pilkada Bontang diprediksi akan semakin ketat, terutama dalam meraih simpati dari kelompok pemilih yang masih belum menentukan pilihannya.
“Massa mengambang ini berpotensi besar mengubah peta politik di Bontang jika mereka digarap dengan baik oleh para kandidat,” tambah Adam. (*)
*) Ikuti berita terbaru PRANALA.co di Google News ketuk link ini dan jangan lupa difollow
















