Stok Kedelai di Kaltim Aman sampai 3 Bulan

0F1469E9 F7C0 4B50 8794 D5AAA97EF5CA
Pekerja menyortir kedelai yang baru tiba di gudang penyimpanan di Kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (15/2/2021). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

pranala.co – Stok kedelai di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) aman hingga tiga bulan mendatang. Data Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Kaltim menyebutkan stok kedelai saat ini sebanyak 47 ton.

Sementara kebutuhan per bulan sekitar 15 ton di berbagai daerah terutama Balikpapan, Bontang dan Berau yang memiliki permintaan kedelai tinggi.

“Daya tahan stok kedelai kita masih aman hingga tiga bulan ke depan,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) HM Yadi Robyan Noor di Samarinda, Kamis (3/3/2022).

Dia mengatakan 85 persen pasokan kedelai merupakan impor dan sisanya lokal. Harga kedelai sempat mengalami kenaikan di beberapa daerah di Indonesia akibat pasokan impor terutama dari Brasil dan Argentina terganggu dan turun hingga 50 persen.

Selain itu, dalam beberapa waktu terakhir China sebagai salah satu konsumen kedelai juga meningkatkan permintaan untuk mendorong peternakan babi di sana.

Roby mengimbau, masyarakat untuk mengkonsumsi tahu dan tempe secara normal sesuai kebutuhan agar stok tetap stabil.

“Stok kedelai Insya Allah stabil dibarengi masyarakat konsumsi tempenya tetap lah normal sesuai kebutuhan, tidak berbelanja secara berlebihan,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan pasar-pasar tradisional di Samarinda, tahu dan tempe masih dijual dengan harga yang wajar yakni Rp5.000 untuk ukuran kecil dan Rp15.000 untuk tempe ukuran besar.

Selain tahu dan tempe, stok daging sapi baik daging impor maupun lokal masih cukup untuk 2,9 bulan dengan ketersediaan 4.400 ton. Sementara kebutuhan per bulan di Kaltim sekitar 1.555 ton.

“Soal harga percayalah dengan kami. Kami coba menahan terus agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar,” ujarnya. [dw]

More Stories
e29fa19e21be788fd480404a66323c07a6c8435a 2
Titah OJK: Bank Beri Keringanan Kredit ke Sektor Terdampak Covid-19