
KUALITAS jaringan telekomunikasi di sejumlah destinasi wisata unggulan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menjadi sorotan. Minimnya sinyal, bahkan hingga blank spot di beberapa titik, dinilai mengganggu kenyamanan wisatawan sekaligus berpotensi merugikan citra daerah.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dari wisatawan, terutama pasca libur Idulfitri.
Keluhan utama berkisar pada sulitnya mengakses internet di kawasan wisata yang justru menjadi andalan daerah.
Menurut Gideon, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan setiap musim liburan seharusnya diikuti dengan kesiapan infrastruktur, termasuk jaringan komunikasi yang stabil.
Namun kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya. Masih banyak lokasi wisata yang mengalami gangguan sinyal, bahkan tidak terjangkau jaringan sama sekali.
“Di era sekarang, akses internet itu kebutuhan dasar, bukan lagi pelengkap,” ujarnya belum lama ini.
Ironisnya, persoalan ini terjadi di daerah yang memiliki destinasi wisata kelas dunia.
Kawasan seperti Derawan dan Maratua, yang kerap dikunjungi wisatawan domestik hingga mancanegara, masih menghadapi keterbatasan jaringan.
Kondisi ini dinilai bisa berdampak pada pengalaman wisatawan dan berujung pada penilaian negatif terhadap destinasi.
DPRD Berau mendorong pemerintah daerah untuk segera berkoordinasi dengan penyedia layanan telekomunikasi.
Langkah yang diusulkan antara lain penambahan Base Transceiver Station (BTS) serta penguatan kapasitas jaringan di titik-titik strategis.
“Harus ada tindakan konkret. Jangan sampai persoalan sinyal mengurangi kenyamanan wisatawan,” tegas Gideon.
Selain penambahan infrastruktur, DPRD juga menilai pentingnya pemetaan wilayah blank spot secara menyeluruh.
Dengan data yang akurat, penanganan diharapkan lebih tepat sasaran dan efisien.
Upaya ini dinilai tidak hanya meningkatkan kualitas layanan wisata, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. [ADS/DPRD BERAU]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















