SAMARINDA, Pranala.co — Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, menegaskan bahwa ratusan usulan aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam “kamus usulan” belum masuk ke tahap pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.
Saat ini, daftar usulan tersebut masih dalam proses pembahasan bersama pemerintah daerah guna mencari formulasi yang paling realistis dan dapat dijalankan.
Pernyataan ini disampaikan Hasanuddin merespons penyusutan jumlah usulan dari sekira 160 menjadi 25 setelah melalui pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ia menegaskan, angka tersebut belum bersifat final.
“Kamus usulan tersebut belum menjadi pokir DPRD. Saat ini masih dibahas bersama pemerintah daerah untuk mencari kesepakatan terbaik,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Politisi Golkar ini menjelaskan, perbedaan pandangan antara DPRD dan pemerintah daerah merupakan hal yang wajar dalam proses perencanaan pembangunan. DPRD, kata dia, membawa aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan reses, sementara pemerintah daerah mempertimbangkan kondisi keuangan.
Menurutnya, keterbatasan fiskal menjadi faktor utama dalam penyusutan jumlah usulan. Karena itu, pembahasan dilakukan untuk menemukan titik temu antara kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran daerah.
“Usulan dari DPRD berasal dari hasil reses masyarakat, sedangkan pemerintah menyesuaikan dengan kondisi fiskal yang saat ini terbatas,” jelas dia.
Ia menekankan pentingnya menyusun program yang realistis dan terukur. Menurutnya, perencanaan tidak cukup hanya ambisius di atas kertas, tetapi harus dapat direalisasikan secara optimal.
“Kamus usulan harus realistis dengan kemampuan anggaran. Tidak perlu terlalu besar jika kondisi fiskal daerah sedang mengalami tekanan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hasanuddin memastikan bahwa pembahasan saat ini masih difokuskan pada penyusunan kamus usulan dan belum memasuki tahap penetapan pokir DPRD.
Proses tersebut akan terus bergulir hingga menjelang pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kalimantan Timur.
Ia menyebut, finalisasi daftar usulan ditargetkan rampung sebelum Musrenbang digelar pada akhir April mendatang. Dengan demikian, hasil yang disepakati diharapkan benar-benar mencerminkan prioritas kebutuhan masyarakat sekaligus selaras dengan kemampuan anggaran daerah.
“Pembahasan masih berjalan. Kita tunggu hingga mendekati Musrenbang provinsi agar hasilnya lebih matang dan terukur,” tegas Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud. (DIAS/RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















