Menu

Mode Gelap

Kalimantan · 15 Jun 2022 19:54 ·

Sidang Edy Mulyadi, Saksi: Pernyataan ‘Jin Buang Anak’, Lukai Warga Kalimantan


					Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang dengan terdakwa Edy Mulyadi, Selasa (14/6/2022). Foto: detik Perbesar

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang dengan terdakwa Edy Mulyadi, Selasa (14/6/2022). Foto: detik

pranala.co, JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang dengan terdakwa Edy Mulyadi, Selasa (14/6/2022). Saksi pelapor atas nama Sivianus Tri Rumiansyah dihadirkan. Dia mengungkapkan, pernyataan Edy soal ‘jin buang anak’ sudah melukai hati warga Kalimantan.

Sivianus mengungkapkan, mendapat informasi soal dugaan penghinaan yang Edy lalukan pada Januari lalu. Lalu, dia melaporkan Edy ke pihak kepolisian karena muncul desakan dari masyarakat.

Dia bersama rekannya sempat mengadakan rapat untuk menyikapi pernyataan Edy. Selanjutnya, dia menyusun, kerangka tuntutan ke kepolisian mewakili Persatuan Pemuda Dayak Kalimantan Timur.

BACA JUGA: Mortir dan Granat Peninggalan Jepang Dimusnahkan di Lahan Kosong

“Pernyataan terdakwa di acara itu mengatakan wilayah Kalimantan adalah tempat jin buang anak, penghuninya genderuwo dan kuntilanak. Sangat melukai kami sebagai warga kalimantan dalam pernyataan Edy Mulyadi,” kata dalam persidangan tersebut.

Sivianus menegaskan, wilayah yang akan dijadikan Ibu Kota Negara (IKN) terdiri dari transmigran asal berbagai wilayah seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat. Selama ini, dia menjamin, tidak ada persoalan dengan warga asli Kalimantan. “Kami sangat menerima harmonisasi kehidupan,” ujar Sivianus.

Hanya saja, pernyataan Edy yang menurut Sivianus memantik emosi warga Kalimantan. Dia keberatan karena tempat tinggalnya dianggap sarang dedemit.

Dia lantas menuntut Edy meminta maaf sesuai adat Kalimantan. “Kami tidak lihat, terdakwa hanya minta maaf, bukan permohonan minta maaf. Kami nggak menganggap itu permohonan maaf, kami ada adat istiadat yang kami junjung tinggi, permohonan maaf tidak seperti itu,” ucap Sivianus.

Dia juga mengungkapkan, warga Kalimantan masih geram atas pernyataan Edy. Walau pun Stepanus mengaku, sudah berupaya menenangkan warga. “Sampai hari ini belum tenang (warga Kalimantan),” sebut Sivianus mengutip Republika.

Pada perkara ini, Edy didakwa menyebarkan berita bohong alias hoaks. Pernyataan Edy diangggap bisa memantik keonaran di tengah masyarakat.

BACA JUGA: UMKM Kaltim bakal Terpajang di Seluruh Bandara Indonesia

Sehingga JPU mendakwa Edy Mulyadi melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI No 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana subsider Pasal 14 ayat (2) UU RI No 1/1946 atau kedua Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU RI No 19/2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Ketiga Pasal 156 KUHP.

Diketahui, eks calon legislatif itu ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Bareskrim Polri pada akhir Januari 2022. Kasus yang menjerat Edy bermula dari pernyataannya soal lokasi Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan yang disebut tempat jin buang anak. Pernyataan Edy sontak memancing reaksi keras sebagian warga Kalimatan. [RE]

Artikel ini telah dibaca 30 kali

Avatar of Suriadi Said badge-check

Editor

Baca Lainnya

Anjlok Lagi, Harga TBS Sawit di Paser Rp700-900 per Kg

30 Juni 2022 - 22:16

Anjlok Lagi Harga TBS Sawit di Paser Rp700 900 per Kg

Ternyata Ada Dua Versi Bumbu Indomie Goreng Buat Pasar Kaltim dan Jawa

30 Juni 2022 - 09:13

bumbu indomie goreng

Cerita Wagub Kaltim Beri Bingkisan Kompor Gas untuk Guru PPPK Tertua

30 Juni 2022 - 07:33

IMG 20220518 122545

250 Massa Ikut Demonstrasi CSR PKT, Ratusan Polisi Siap Kawal

30 Juni 2022 - 06:55

demo pkt

Kaltim Belum Bisa Sosialiasikan Beli Solar dan Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi

29 Juni 2022 - 06:37

IMG 20220514 091550

Dewan Siap Mengawal Pembuatan Sumur PDAM di Lok Tuan

28 Juni 2022 - 21:31

Dewan Siap Mengawal Pembuatan Sumur PDAM di Lok Tuan
Trending di Bontang