AKTIVITAS ekonomi yang selama ini berjalan di balik pintu rumah kini ikut masuk dalam radar pendataan nasional. Mulai dari toko besar, warung kecil, hingga warga yang berjualan secara online dari rumah akan didata dalam Sensus Ekonomi 2026 yang resmi dimulai di Bontang.
Pendataan berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 142 petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang diterjunkan langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewat.
Langkah ini menjadi penting di tengah perubahan wajah ekonomi yang semakin dinamis. Banyak usaha kini lahir tanpa papan nama dan tanpa toko fisik, tetapi tetap aktif bertransaksi setiap hari.
Kepala BPS Bontang, Nur Wahid, mengatakan sensus dilakukan secara door to door agar seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat terjangkau.
Menurut dia, pendataan tidak hanya menyasar usaha yang terlihat secara fisik seperti toko, kios, atau warung.
Usaha berbasis rumah tangga, termasuk jualan online dan aktivitas ekonomi informal lainnya, juga menjadi bagian penting yang akan dicatat.
“Bukan hanya usaha yang tampak seperti toko atau warung, tapi juga kegiatan ekonomi dari rumah, seperti jualan online atau usaha kecil yang dijalankan secara informal,” ujar Nur Wahid.
Sebanyak 125 petugas pendata dan 17 pengawas telah disiapkan untuk menjalankan tugas tersebut.
Pendekatan langsung ke masyarakat dipilih karena dianggap paling efektif dalam menangkap gambaran ekonomi yang sebenarnya terjadi di lapangan.
BPS juga memastikan tidak ada pelaku usaha yang langsung dianggap tidak ada apabila petugas tidak berhasil menemui mereka saat kunjungan pertama.
Petugas akan kembali melakukan kunjungan ulang dalam rentang waktu yang telah disiapkan. Bahkan, proses pendataan diberikan waktu hingga 45 hari agar seluruh pelaku usaha dapat terdata dengan baik.
“Kalau belum sempat didata, petugas akan datang kembali,” kata Nur Wahid.
Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat yang mungkin sedang bekerja atau berada di luar rumah saat petugas datang.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan administratif.
Menurutnya, data yang terkumpul akan menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan daerah pada tahun-tahun mendatang.
Neni menjelaskan bahwa pelaksanaan sensus ekonomi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang digelar setiap 10 tahun sekali.
Tahun 2026 menjadi pelaksanaan sensus ekonomi kelima setelah sebelumnya dilakukan pada 1986, 1996, 2006, dan 2016.
“Dalam satu dekade terakhir, perekonomian kita berubah sangat cepat. Ada ekonomi digital, perubahan pola transaksi, hingga pengaruh global. Semua itu perlu kita petakan secara akurat,” ujarnya.
Data hasil sensus nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan, mulai dari pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi lokal.
Neni menekankan pentingnya pendataan yang menyeluruh karena setiap pelaku usaha memiliki kontribusi terhadap roda perekonomian daerah.
Baik usaha besar, menengah, kecil, maupun mikro memiliki posisi yang sama penting dalam membentuk kekuatan ekonomi Bontang.
“Tidak boleh ada pelaku usaha yang terlewat, baik besar, menengah, kecil, maupun mikro. Semua punya peran dalam ekonomi kita,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan sensus sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat terhadap petugas lapangan.
Karena itu, seluruh petugas diwajibkan mengenakan atribut resmi dan membawa identitas lengkap saat bertugas.
“Petugas adalah duta statistik. Masyarakat harus merasa aman dan nyaman saat memberikan informasi,” katanya.
Di balik angka-angka yang akan terkumpul nanti, ada potret kehidupan ekonomi warga yang sedang direkam. Mulai dari usaha kecil di gang-gang permukiman, pedagang rumahan, hingga bisnis digital yang berkembang melalui layar ponsel.
Semua data itu akan membantu pemerintah memahami wajah ekonomi Bontang yang sesungguhnya. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat menerima kedatangan petugas dan memberikan informasi secara jujur serta lengkap. [FR]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami


















