Pranala.co, BONTANG — Harapan baru bagi masa depan pendidikan di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) semakin terlihat jelas. Program Sekolah Rakyat, yang digagas pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga berpenghasilan rendah, kini resmi masuk daftar Proyek Prioritas Nasional. Dari ratusan daerah yang mengajukan, Bontang berada di peringkat ke-47.
Kabar ini disampaikan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang memastikan bahwa pada tahun 2026 pemerintah pusat akan turun langsung untuk melakukan monitoring dan verifikasi lapangan. Tahap ini penting untuk memastikan seluruh dokumen yang dikirim Bontang telah sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Secara dokumen kita sudah aman. Semua sudah dipelajari. Tahun depan tinggal menunggu kunjungan untuk cek lapangan,” ujar Agus Haris, Kamis (11/12/2025).
Agus Haris menjelaskan, Sekolah Rakyat nantinya akan dibangun di Bontang Lestari. Kawasan tersebut juga akan menjadi lokasi pembangunan gedung Badan Logistik (Bulog). Dengan dua proyek strategis ini, wilayah Bontang Lestari diproyeksikan menjadi pusat layanan masyarakat yang baru.
Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberi kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah, khususnya kelompok desil 2 hingga 4.
Sebelum gedung utama dibangun, pemerintah akan membuka Sekolah Rintisan sebagai tahap awal. Rencana awal menggunakan rusunawa Guntung sebagai lokasi sementara akhirnya dibatalkan.
“Terlalu banyak yang harus diubah kalau pakai rusunawa Guntung. Kita pindahkan ke stadion saja. Lebih fleksibel dan bisa dimanfaatkan anak-anak sekaligus,” jelas Agus.
Stadion itu akan dijadikan ruang belajar sementara selama satu semester hingga satu tahun. Lokasi tersebut dinilai lebih mudah ditata, sekaligus memberi ruang gerak lebih luas bagi siswa.
“Anak-anak bisa belajar, bisa main bola, ruangannya juga lebih gampang disiapkan,” katanya.
Setelah beroperasi penuh, Sekolah Rakyat di Bontang diproyeksikan dapat menampung sekitar 2.000 siswa. Desainnya tidak hanya menyediakan ruang kelas, tetapi juga fasilitas tempat tinggal (boarding) bagi siswa yang membutuhkan lingkungan belajar yang kondusif.
Pembangunan gedung utama akan berada di bawah tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan anggaran sekitar Rp 200 miliar. Dari jumlah tersebut, 10 persen atau sekitar Rp 10 miliar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur awal Sekolah Rintisan.
Menariknya, untuk tenaga pengajar, pemerintah pusat akan menyiapkannya langsung. Pemerintah daerah hanya perlu memastikan kesiapan sarana pendukung, termasuk lokasi dan fasilitas belajar.
Agus Haris berharap pembangunan dapat dimulai secepatnya.
“Mudah-mudahan tahun depan sudah mulai jalan. Kita di daerah siap mendukung penuh. Yang jelas, ini peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bontang, terutama bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















