Pranala.co, BONTANG — Peringatan keras datang dari Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. Ia menegaskan bahwa penimbunan lahan resapan ikut memperparah banjir, termasuk banjir rob, yang makin sering terjadi di Kota Bontang.
Menurut Agus Haris, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah mengeluarkan kajian tertulis tentang wilayah-wilayah yang tidak boleh ditimbun. Namun persoalan tata ruang Bontang memang tidak sederhana.
Kota ini hanya memiliki sekira 30 persen daratan dan berbentuk cekungan. Air mudah menggenang. Aliran sungai pun rata-rata sejajar bahkan lebih rendah dari permukaan laut.
“Daratan kita hanya sekitar 16 ribu hektare. Kota ini berada di daerah cekungan dan sangat sempit. Sulit menyelaraskan tata ruang dengan kawasan resapan. Sementara penduduk terus bertambah,” ujar Agus Haris, Kamis (11/12/2025).
Ia menyinggung kawasan Pisangan. Pada 1970-an, area itu masih berupa sungai besar. Kini berubah menjadi permukiman padat. Sebuah potret perubahan karena pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.
“Ini bukan semata kesalahan masa lalu, tetapi konsekuensi kota industri yang berkembang cepat,” tambahnya.
Karena itu, ia menekankan perlunya revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang lebih tegas. Salah satu usulan penting: melarang pembangunan rumah berbahan beton di area resapan. Dengan cara itu, kemampuan tanah menyerap air tetap terjaga.
“Ini harus jadi kebijakan. Kita perlu memikirkan kondisi Bontang 10, 20, bahkan 50 tahun ke depan,” tegasnya.
Agus Haris juga mengingatkan bahwa praktik menutup lahan resapan dengan timbunan harus dihentikan. Dengan kondisi geografis yang seperti mangkuk, sedikit hujan saja bisa memicu banjir bila ruang resapan terus hilang.
“Kalau resapan tertutup, hujan sedikit pun bisa jadi banjir,” ujarnya.
Ia berharap revisi RTRW dan kajian BPBD dapat menjadi pijakan penting untuk pembangunan jangka panjang. Perencanaan ruang hari ini, katanya, adalah kunci untuk menciptakan Bontang yang aman, tangguh, dan layak huni di masa depan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















